Lebak, Banten — pena-serawai.com 15 Oktober 2025
Ratusan siswa SMAN 1 Cimarga menggelar aksi mogok sekolah usai kepala sekolah, Dini Fitria, S.Pd, diduga menampar seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.
Aksi berlangsung sejak Senin (13/10) dan diikuti sekitar 600 siswa. Mereka menolak masuk kelas sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Tamparan Bukan Pendidikan” dan “Kami Ingin Keadilan.”
Peristiwa bermula Jumat (10/10), saat kepala sekolah menegur siswa kelas XII berinisial ILP (17) yang kedapatan merokok. Teguran berujung emosi hingga kepala sekolah menampar siswa tersebut.
Tak terima, orang tua korban melaporkan kasus ini ke Polres Lebak atas dugaan kekerasan terhadap anak di lingkungan pendidikan.Pada 11 oktober 2025 dan polisi membenarkan laporan tersebut dan tengah melakukan penyelidikan.
Dinas Pendidikan Banten langsung menonaktifkan sementara kepala sekolah dan menugaskan pejabat pelaksana harian (Plh) untuk memimpin sekolah.
Aksi damai para siswa ini menjadi sorotan publik dan memunculkan perdebatan tentang batas antara disiplin dan kekerasan dalam pendidikan.Peristiwa seperti ini baru dianggap serius setelah viral dan diprotes massal.Ini merupakan sebuah ironi di dunia pendidikan kita, bukan hanya soal siswa yang nakal atau guru yang keras, tapi tentang sistem yang belum bisa menyeimbangkan antara ketegasan dalam mendidik dan empati dalam memahami manusia.
(Rian)














