Rejang Lebong – Pena Serawai.com
Proyek Optimalisasi Lahan Sawah Non Rawa (Tugas Pembantuan) senilai Rp 286.370.000,- dengan volume pekerjaan 200 meter dari Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, kini menjadi sorotan publik.
Proyek yang berlokasi di Desa Tebat Pulau dan dilaksanakan oleh UPKK Jaya Sembara ini berjalan tanpa papan kegiatan proyek terpasang di lokasi sejak awal pengerjaan. Ironisnya, papan proyek justru ditemukan tersimpan di rumah ketua kelompok pelaksana, masih posisi tergulung dengan rapi.

Saat awak media Pena Serawai mendatangi lokasi proyek, Kamis (16/10/2025) pukul 14.02 WIB, beberapa pekerja lapangan berinisial H, RO, dan RE mengaku belum pernah melihat papanproyek tersebut.
“Kami sudah dua hari kerja di sini, tapi papan merek belum kami lihat dipasang,” ujar salah satu pekerja.
Ketua kelompok pelaksana kegiatan diketahui *Heri A.*, mantan Kepala Desa sekaligus Imam Desa setempat. Saat dikonfirmasi di kediamannya, Heri A. membenarkan papan proyek memang belum dipasang.
“Papan kegiatan ada, tapi belum sempat saya pasang, ujarnya sambil menunjukkan SPANDUK tersebut kepada awak media. Setelah difoto, Spanduk kembali digulung dan disimpan.

Namun, pada pukul 19.51 WIB di hari yang sama, Heri A. mengirim pesan WhatsApp kepada awak media:
“Lasuda ku pasang papan merek siring tadi,” tulisnya.

Pemasangan papan proyek setelah ada sorotan media memunculkan tanda tanya besar terkait komitmen transparansi pelaksanaan proyek yang bersumber dari anggaran negara tersebut.
Lokasi proyek sendiri berada di ujung desa dan hanya dapat dijangkau melewati areal persawahan warga sehingga memerlukan pengawasan ketat. Saat awak media berada di lokasi, hanya ada pekerja yang bekerja tanpa kehadiran pengawas dari pihak pelaksana.
Padahal, pemasangan papan proyek sejak awal merupakan kewajiban hukum dan bentuk transparansi publik agar masyarakat mengetahui sumber anggaran, nilai proyek, volume pekerjaan, serta pelaksana kegiatan.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Suradi, SP., M.Si., saat dihubungi Via WhatsApp, menjelaskan, terima kasih atas infonyo, Akan kami tindaklanjuti dan menegur bagi pelaksana kegiatan yg TDK memasang papan kegiatan, karena papan kegiatan sangat penting untuk dipajangkan di lokasi pekerjaan biar semua masyarakat bisa ikut mengawasi anggaran yg tersedia untuk kegiatan fisik tersebut. Papan kegiatan merupakan salah satu bentuk transparansi dalam pengelolaan anggaran dalam suatu kegiatan..nanti kami teruskan dg tim teknis dilapangan🙏🙏🙏
“Kami berharap kepada Inspektorat dan aparat penegak hukum untuk segera turun langsung ke lokasi. Jangan beri ruang sedikit pun bagi siapa pun yang mencoba mencuri uang negara. Kasus ini harus dibongkar dan diusut sampai tuntas, tanpa kompromi.
*Laporan: Salman – Pena Serawai*














