Alaku
Alaku

Tragis! Petani di Desa Merantau Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Rejang Lebong – Pena Serawai
Warga Desa Merantau, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong, digemparkan oleh peristiwa tragis pada Minggu (19/10/2025) sore. Seorang petani bernama Kasim (42) ditemukan tewas gantung diri di dalam rumahnya sekitar pukul 18.30 WIB.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh dua saksi, M. Tahir Alamsyah (51) dan Topik (27), yang merupakan warga sekitar.

Kronologi Kejadian :
Menurut keterangan saksi, Tahir awalnya mendatangi rumah korban setelah beberapa kali menghubungi Kasim melalui telepon namun tak mendapat jawaban. Saat tiba, pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam. Ia kemudian masuk melalui pintu belakang yang tidak terkunci, dan mendapati korban sudah tergantung di atas palang beton rumahnya.

Tahir sontak berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Korban kemudian diturunkan dari palang beton. Tak lama kemudian, personel Polsek Kota Padang tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil Olah TKP :
Dari hasil pemeriksaan petugas bersama Unit Inafis, korban gantung diri menggunakan tali tambang warna putih dengan simpul hidup yang melilit lehernya.

Beberapa temuan di lokasi antara lain:

* Korban tergantung pada palang beton di dalam rumah.
* Jarak antara leher korban ke telapak kaki sekitar 160 cm.
* Tali diikat pada ketinggian sekitar 4 meter dari lantai.
* Jarak telapak kaki ke lantai sekitar 50 cm.
* Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Dugaan Motif :
Berdasarkan keterangan keluarga, korban diduga nekat mengakhiri hidup karena faktor ekonomi. Keluarga juga menyatakan menerima peristiwa ini sebagai musibah.

Tindakan Kepolisian :
Pihak kepolisian telah melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta meminta surat pernyataan penolakan visum dan autopsi dari pihak keluarga.

Jenazah korban akan dimakamkan pada Senin (20/10/2025) di TPU Durian Mas, sesuai hasil musyawarah keluarga.

Imbauan :
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk saling peduli terhadap kondisi sosial dan psikologis warga sekitar. Jika mengalami tekanan berat, segera cari pertolongan kepada keluarga, tokoh masyarakat, atau lembaga pendamping kesehatan mental.

📝 Salman – Redaksi Pena Serawai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page