Alaku
Alaku

Sampah Berserakan di Kawasan Perkantoran Jalan Sukowati, DLHKP Rejang Lebong Beri Penjelasan

Rejang Lebong, Pena-serawai.com
Jalan Sukowati yang merupakan kawasan perkantoran strategis Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong tampak kurang terawat. Tumpukan sampah terlihat berserakan di sejumlah titik, di antaranya di depan Kantor Bupati Rejang Lebong, Kantor DPRD dan Kantor Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PENGCAB PASI). Kondisi ini pun menuai keprihatinan dari masyarakat, mengingat area tersebut merupakan wajah pemerintahan daerah. Ka. Kamis 15-01-2026.

Menanggapi persoalan tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kabupaten Rejang Lebong memberikan klarifikasi saat dikonfirmasi oleh Pena-serawai.com melalui pesan WhatsApp.

Dalam keterangannya, Plt Kadis DLHKP menjelaskan bahwa permasalahan sampah terjadi akibat adanya kekosongan jabatan kepala dinas pasca pengunduran diri pejabat sebelumnya pada akhir tahun lalu. Kondisi tersebut berdampak pada belum adanya kepastian pengelolaan sampah di awal tahun anggaran 2026, khususnya terkait penunjukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan proses pengadaan jasa tenaga kebersihan.

“Pasca saya ditunjuk sebagai Plt Kadis, memang kondisi sampah sudah cukup menumpuk. Namun sudah ada beberapa pembenahan yang kami lakukan, mulai dari penataan PPTK, pengelola keuangan, hingga persiapan administrasi lainnya, sehingga proses pengadaan jasa tenaga kebersihan saat ini sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Ia mengakui bahwa persoalan sampah tidak bisa ditangani secara instan, terlebih di lokasi-lokasi dengan tingkat timbulan sampah tinggi seperti pasar. Menurutnya, dalam satu hari saja tanpa pengangkutan, sampah bisa langsung menggunung.

“Penanganan dilakukan sambil berjalan, dengan segala keterbatasan personel dan sumber daya yang ada. Kita benahi secara perlahan hingga kondisi kembali normal atau hingga penyedia jasa tenaga kebersihan resmi ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, DLHKP juga telah melakukan koordinasi dengan para camat dan lurah, khususnya di wilayah Kota Curup, untuk melibatkan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dalam penanganan sampah di lingkungan masing-masing. Upaya tersebut disebut sudah mulai berjalan di beberapa wilayah.

Plt Kadis DLHKP turut mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah. Ia meminta warga tidak mengabaikan KSM yang menawarkan kerja sama pengangkutan sampah, serta mengingatkan agar sampah rumah tangga tidak diletakkan sembarangan.

“Sampah rumah tangga sebaiknya dibungkus dengan rapi sebelum dibuang ke tempat penampungan, demi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan bersama,” pungkasnya.

Redaksi : Pena-serawai.com – lebih dekat dengan masyarakat. 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page