Alaku
Alaku

Salam Presisi Patah-Patah Aipda Harwansyah Viral, Cerminkan Semangat dan Keikhlasan Polri Hadir di Tengah Masyarakat

** POLRI UNTUK MASYARAKAT **

Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Sosok AIPDA Harwansyah, Bhabinkamtibmas Polsek Selupu Rejang, Polres Rejang Lebong, Polda Bengkulu, menjadi perbincangan publik setelah video dirinya dengan salam Presisi yang disampaikan secara patah-patah namun penuh semangat viral di media sosial.

Video tersebut menarik perhatian masyarakat karena menampilkan gaya salam Presisi yang unik, sederhana, namun sarat makna pengabdian. Aipda Harwansyah menegaskan bahwa salam tersebut bukan untuk sensasi, melainkan sebagai wujud semangat dan keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

“Sebagai anggota Polri, dalam melaksanakan tugas kita harus selalu penuh semangat dan ikhlas. Salam Presisi itu saya sampaikan apa adanya, dari hati,” ujar Aipda Harwansyah, Rabu (28/1/2026).

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan tugas piket dan patroli, kehadiran polisi tidak boleh hanya sebatas menggugurkan kewajiban atau sekadar mengambil dokumentasi kegiatan. Menurutnya, Polri harus benar-benar hadir di tengah masyarakat, memberikan pelayanan yang nyata serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman dan kondusif.

“Patroli bukan hanya formalitas. Polri harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, mendengar keluhan warga, memberi rasa aman, dan menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.

Viralnya salam Presisi Aipda Harwansyah justru menjadi pesan positif tentang semangat pengabdian anggota Polri di tingkat paling bawah, khususnya Bhabinkamtibmas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen Polres Rejang Lebong dalam mendukung program Presisi Polri, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan, guna meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian. (Salman)

Sumber : Humas polres rejang Lebong

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page