Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Mengantisipasi potensi kebakaran selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyiagakan sebanyak 118 personel yang akan bertugas penuh selama 24 jam di seluruh wilayah kabupaten.
Kepala Dinas Damkar Rejang Lebong, Andy Ferdian, mengatakan seluruh personel tersebut ditempatkan dalam sistem piket untuk memastikan pelayanan maksimal kepada masyarakat selama periode Ramadhan hingga Lebaran.
“Kami menyiagakan tim selama 1×24 jam. Total ada 118 personel yang tersebar di satu Markas Komando (Mako) dan lima posko di tingkat kecamatan,” ujar Andy Ferdian, Selasa.
Ia menjelaskan, penyebaran personel Damkar dilakukan secara strategis agar mampu menjangkau wilayah dengan cepat apabila terjadi peristiwa kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.
Markas Komando Damkar yang berada di Kota Curup bertugas melayani lima kecamatan di kawasan perkotaan. Sementara itu, lima posko lainnya disebar di sejumlah wilayah kecamatan yakni Bermani Ulu, Selupu Rejang, Binduriang, Padang Ulak Tanding, serta Kecamatan Kota Padang.
Selain kesiapan personel, Damkar Rejang Lebong juga mengoperasikan delapan unit armada pemadam, yang terdiri dari mobil pemadam kebakaran (fire truck) dan mobil penyuplai air guna memastikan penanganan kebakaran dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Andy menegaskan pihaknya menargetkan response time atau waktu tanggap hanya lima hingga 10 menit sejak laporan diterima hingga personel tiba di lokasi kejadian.
“Kami pastikan jika terjadi kebakaran, personel sudah harus tiba di lokasi dalam waktu lima sampai 10 menit setelah laporan masuk,” tegasnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, tugas Damkar tidak hanya terbatas pada pemadaman api, tetapi juga mencakup berbagai operasi penyelamatan (rescue) non-kebakaran yang kerap dibutuhkan masyarakat.
Layanan tersebut antara lain penanganan sarang tawon, evakuasi ular, penanganan anjing liar, hingga bantuan teknis seperti melepas cincin yang tersangkut di jari warga.
Menghadapi meningkatnya aktivitas masyarakat selama bulan Ramadhan hingga Lebaran, Andy juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penggunaan peralatan dapur dan instalasi listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting.
Bagi warga yang berencana mudik Lebaran, ia menyarankan beberapa langkah pencegahan untuk menghindari risiko kebakaran saat rumah ditinggalkan.
Di antaranya dengan mencabut sekring listrik utama, memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi mati, memeriksa kompor gas agar benar-benar padam, serta menitipkan pengawasan rumah kepada tetangga atau kerabat.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada sehingga momen Lebaran tahun ini dapat berjalan aman, nyaman, dan terhindar dari musibah kebakaran,” pungkas Andy Ferdian. (Salman)














