REJANG LEBONG, Pena-serawai.com – Kabupaten Rejang Lebong kembali mencatatkan inovasi positif dalam sektor ketahanan pangan. Di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, sebuah terobosan budidaya perikanan modern tengah digulirkan melalui Program Komandan Kodim (Dandim) 0409/Rejang Lebong.
Bersama dengan Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) bernama “WALET FISH”, TNI AD melalui satuan kewilayahan menggandeng Dinas Perikanan Kabupaten Rejang Lebong untuk mengembangkan budidaya Ikan Nila menggunakan sistem Bioflok. Program ini dirancang khusus untuk menyuplai kebutuhan protein hewani guna mendukung keberhasilan program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keberhasilan awal program ini tidak lepas dari sinergi kuat antara tiga pilar utama. Kodim 0409/Rejang Lebong menyediakan kerangka program dan pendampingan lapangan melalui Babinsa, sementara Dinas Perikanan Kabupaten Rejang Lebong memberikan dukungan teknis dan pelatihan teknologi bioflok kepada para petani ikan setempat.
Di lapangan, Serka M Ali, Bhabinsa Desa Kampung Baru, tampil sebagai motor penggerak yang memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana. Ia memantau langsung kondisi kolam dan perkembangan ikan sejak program dimulai pada 18 Februari 2026 lalu.
Saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan, Selasa (07/04/2026), Serka M Ali menjelaskan bahwa tahap awal ini difokuskan pada pembangunan fondasi yang kuat sebelum diperluas.

“Alhamdulillah, kita sudah menabur bibit sebanyak 3.500 ekor ikan nila. Kegiatan ini kita mulai sejak 18 Februari 2026 dengan mendirikan 2 unit kolam bioflok terlebih dahulu,” ujar Serka M Ali sembari menunjuk ke arah dua kolam bulat berwarna merah-biru yang terlihat kokoh di bawah atap sederhana.
Menurutnya, pemilihan sistem bioflok sangat tepat untuk kondisi lahan di Desa Kampung Baru yang terbatas. Sistem ini memungkinkan kepadatan tebar tinggi dengan penggunaan air yang efisien dan minim limbah, sehingga ramah lingkungan.
“Dukungan teknis dari Dinas Perikanan Kabupaten Rejang Lebong sangat membantu kami dalam hal pemeliharaan dan kualitas air. Ini adalah bukti nyata bahwa ketika TNI dan Pemda bersinergi, hasilnya pasti maksimal untuk rakyat,” tambah Serka M Ali.
Tujuan utama dari Program Dandim 0409/Rejang Lebong ini bukan sekadar keuntungan ekonomi semata, melainkan kontribusi nyata bagi kesehatan generasi muda. Produksi ikan nila dari Pokdakan “Walet Fish” ditargetkan dapat menjadi salah satu penyedia bahan baku lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah sekitar.
“Hal ini kita lakukan untuk mendukung program MBG. Dengan adanya produksi ikan segar di desa sendiri, kita bisa menjamin ketersediaan gizi bagi anak-anak sekolah tanpa harus mengandalkan pasokan dari luar daerah yang mahal,” jelas Serka M Ali dengan penuh semangat.
Ia juga berharap, keberhasilan Pokdakan “Walet Fish” ini dapat memicu semangat kelompok tani lain di Kecamatan Selupu Rejang untuk beralih ke sistem budidaya modern yang lebih produktif.
Harapan Masyarakat
Antusiasme warga Desa Kampung Baru terhadap program ini sangat tinggi. Mereka melihat potensi ekonomi baru yang menjanjikan, sekaligus bangga desanya terpilih sebagai lokasi percontohan program strategis Dandim 0409/Rejang Lebong. Dengan pendampingan rutin dari Babinsa dan penyuluhan dari Dinas Perikanan, masa depan perikanan di desa ini terlihat cerah.
Ke depan, rencananya jumlah kolam bioflok akan ditambah seiring dengan meningkatnya kapasitas SDM anggota kelompok “Walet Fish”, menjadikan Desa Kampung Baru sebagai sentra perikanan bioflok unggulan di Bengkulu. (Salman)
Redaksi Pena-serawai.com














