Alaku
Alaku

Baru 4 Bulan, Jalan Dusun Sawah–Air Pikat Sudah Disangga Karung Pasir—Ada Apa?

REJANG LEBONG, Pena-serawai.com – Sorotan publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur di Kabupaten Rejang Lebong kian menguat. Proyek peningkatan jalan penghubung Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara – Desa Tebat Pulau – Air Pikat, Kecamatan Bermani Ulu, yang dibiayai dari APBD Tahun Anggaran 2025, kembali menuai kritik tajam.

Melanjutkan pemberitaan sebelumnya pada 10 April 2026, tim investigasi Pena-serawai.com kembali meninjau langsung lokasi proyek yang dikerjakan oleh CV IFANO JAYA NUSA tersebut. Jalan yang baru saja diselesaikan pada Desember 2025 itu kini menunjukkan kondisi yang memprihatinkan, meski usianya belum genap empat bulan.

Peninjauan awal dilakukan pada 2 April 2026. Namun, untuk memastikan perkembangan terbaru, tim kembali turun ke lapangan pada Jumat (10/04/2026) pukul 11.28 WIB. Hasilnya cukup mengejutkan.

Di sejumlah titik, khususnya pada bagian tepi jalan, terlihat tumpukan karung berisi pasir yang dipasang sebagai penahan darurat. Dugaan kuat, karung tersebut digunakan untuk menahan bagian jalan yang mulai ambles dan tergerus agar tidak semakin parah.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait kualitas pekerjaan. Dalam standar konstruksi, jalan yang baru selesai dibangun seharusnya memiliki struktur yang stabil dan tidak memerlukan penanganan darurat dalam waktu singkat.

“Baru selesai Desember, sekarang sudah seperti ini. Ini sangat mengecewakan,” ungkap salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Lebih lanjut, warga juga mengungkap dugaan lain yang tak kalah serius. Proyek tersebut disebut-sebut tidak sepenuhnya dikerjakan oleh pihak yang tertera dalam kontrak.

“Informasinya yang kerja orang Statika atau Pebana. Kemungkinan hanya meminjam nama CV,” ujarnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi sebelumnya, RZ selaku pihak pelaksana lapangan yang didampingi rekannya, Do, membenarkan keterlibatan mereka dalam pengerjaan proyek tersebut. Pertemuan berlangsung pada Kamis (09/04/2026) pukul 09.37 WIB di kantor PT. Pebana Adi Serana, Jalan Iskandar Ong, Curup.

Pengakuan tersebut justru menambah tanda tanya di tengah publik. Jika proyek dikerjakan oleh pihak yang memiliki pengalaman dan kapasitas, mengapa hasil di lapangan justru menunjukkan kualitas yang jauh dari standar?

Kondisi ini semakin memperkuat dugaan adanya ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, baik dari sisi teknis maupun administrasi. Publik pun mulai mendesak adanya langkah tegas dari pihak berwenang.

Masyarakat berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Pemeriksaan langsung ke lokasi, audit teknis, serta penelusuran dokumen proyek dinilai penting untuk memastikan ada atau tidaknya penyimpangan.

“Jangan sampai uang rakyat terbuang sia-sia untuk proyek yang tidak berkualitas,” tegas salah satu warga.

Pena-serawai.com menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memantau perkembangan kasus ini. Transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran publik harus ditegakkan demi kepentingan masyarakat luas. (H2S)

Redaksi  Pena-serawai.com. JILID : II

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page