Alaku
Alaku

Solidaritas Mahasiswa Lembak: PML RL & HMLC Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Sukarami, Desak Pemkab Perkuat Armada Damkar

REJANG LEBONG, Pena-serawai.com – Aksi kemanusiaan dan solidaritas ditunjukkan oleh organisasi mahasiswa asal Rejang Lebong. Pada Sabtu (11/04/2026), perwakilan Perkumpulan Mahasiswa Lembak Rejang Lebong (PML RL), Himpunan Mahasiswa Lembak Curup (HMLC), serta sejumlah Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dari kampus IAIN Curup, menyerahkan bantuan langsung kepada korban kebakaran di Desa Sukarami, Kecamatan Kota Padang.

Bantuan yang diserahkan berupa paket sembako dan uang tunai tersebut merupakan hasil galang dana yang dilakukan selama dua hari terakhir di dua titik lokasi, yakni di Kota Bengkulu dan Kabupaten Rejang Lebong (Curup). Penyerahan bantuan diterima langsung oleh Kepala Desa Sukarami, Cik Ujang, untuk disalurkan kepada empat keluarga korban musibah kebakaran yang terjadi pada 2 April 2026 lalu.

Ketua Umum PML RL, Geri Pratama, S.Kep., menjelaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan manifestasi rasa kemanusiaan mahasiswa terhadap sesama.

“Aksi ini dilakukan sebagai bentuk rasa kemanusiaan kita terhadap sesama dalam hal tolong-menolong. Selain itu, ini juga bertujuan untuk membangkitkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya peran sosial di tengah masyarakat,” ujar Geri di lokasi penyerahan bantuan.

Hal senada disampaikan oleh Deti Kurnia, perwakilan dari HMLC dan Ormawa IAIN Curup. Ia menekankan bahwa penggalangan dana ini adalah bukti nyata solidaritas keluarga besar Mahasiswa Lembak.

“Ini merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian yang dilakukan oleh keluarga besar Mahasiswa Lembak dari Rejang Lebong dan Ormawa Kampus IAIN Curup. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kami yang tertimpa musibah,” ucapnya.

Di sela-sela penyerahan bantuan, Dewan Penasihat Organda Mahasiswa Lembak, Rami Aziz, S.Pd., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para relawan mahasiswa. Namun, ia juga menyuarakan aspirasi penting terkait kesiapsiagaan bencana di wilayah tersebut.

Rami mendesak Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk segera menambah armada pemadam kebakaran (damkar), khususnya yang melayani wilayah selatan seperti Kecamatan Kota Padang, Sindang Beliti Ilir (SBI), dan Sindang Beliti Ulu (SBU).

“Saya mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan organda yang telah meluangkan waktu dan tenaga. Semoga bantuan ini mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT. Namun, kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong untuk menambah armada pemadam kebakaran. Saat ini, wilayah Kecamatan Kota Padang, SBI, dan SBU masih sangat minim armada; hanya mengandalkan satu unit yang berada di Kecamatan Kota Padang. Ini perlu menjadi perhatian serius demi keselamatan warga,” tegas Rami.

Kepala Desa Sukarami, Cik Ujang, membenarkan kedatangan puluhan mahasiswa tersebut dan menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam atas kepedulian yang ditunjukkan.

“Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada adik-adik Mahasiswa Lembak dari berbagai kampus, baik di Curup maupun Bengkulu, atas bantuan yang diberikan,” kata Cik Ujang.

Ia merinci bahwa musibah kebakaran yang terjadi pada 2 April 2026 tersebut menghanguskan empat rumah warga. Keempat korban yang menerima bantuan adalah:

1.  Sumardi (36 tahun)

2.  Sairul (33 tahun)

3.  Hurlani (54 tahun)

4.  Ramino (27 tahun)

Cik Ujang menambahkan bahwa selain bantuan dari mahasiswa, korban juga sebelumnya telah menerima perhatian dari pemerintah daerah dan berbagai elemen sosial lainnya. Namun, bantuan berkelanjutan seperti ini tetap sangat dinantikan untuk proses pemulihan pasca-bencana.

Dengan adanya aksi ini, diharapkan dapat memicu semangat gotong royong yang lebih luas di masyarakat Rejang Lebong, sekaligus menjadi bahan evaluasi bagi pemangku kebijakan untuk meningkatkan sarana penanggulangan bencana di daerah terpencil.

Reporter  : Isyak Burmansyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page