REJANG LEBONG, Pena-serawai.com – Sebuah peristiwa duka menyelimuti warga Desa Lubuk Ubar, Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong. Seorang anak berusia 8 tahun bernama BM dilaporkan tewas tenggelam saat sedang bermain dan mandi di aliran Sungai Musi, Sabtu sore (19/4/2026).
Korban yang berstatus sebagai pelajar sekolah dasar tersebut diketahui merupakan putra dari pasangan Ahmad dan warga setempat. Kejadian naas ini bermula ketika korban bersama teman-temannya berniat mendinginkan badan di sungai yang sedang deras arusnya.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Sutami (51), seorang petani asal Desa Watas Marga yang kebetulan berada di lokasi, kejadian bermula saat ia mendengar teriakan panik dari seorang anak bernama Yudis, yang merupakan teman korban
“Saat itu saya mendengar ada anak berteriak minta tolong. Anak itu (Yudis) memberitahu bahwa temannya, B , sudah tenggelam dan hanyut terbawa arus sungai yang cukup deras,” ujar Sutami saat dimintai keterangan di lokasi kejadian.
Mendengar kabar mengejutkan tersebut, Sutami segera berkoordinasi dan meminta bantuan warga Desa Lubuk Ubar untuk melakukan pencarian. Dengan sigap, puluhan warga bahu-membahu menyisir sepanjang aliran sungai, berharap menemukan korban dalam keadaan selamat.

Upaya pencarian berlangsung intensif selama kurang lebih 30 menit. Ketegangan memuncak hingga akhirnya pada pukul 15.30 WIB, upaya warga membuahkan hasil, meski dengan yang menyedihkan.
Jenazah korban ditemukan secara tidak sengaja oleh saksi, Sutami, saat ia sedang melakukan penyisiran di dalam air. Tubuh kecil Bagas menabrak kaki sang saksi di titik berjarak sekitar 500 meter dari lokasi awal dimana korban terakhir kali terlihat hanyut.
“Setelah sekitar setengah jam mencari, tubuh korban menabrak kaki saya saat saya meraba-raba di dalam air. Lokasinya kira-kira 500 meter dari tempat dia mulai hanyut,” kenang Sutami dengan nada sedih.
Warga yang berada di sekitar lokasi segera mengangkat jenazah korban ke daratan dan melakukan evakuasi darurat. Jenazah B kemudian dibawa pulang ke rumah orang tuanya, Ahmad, di Desa Lubuk Ubar untuk dimandikan dan dikafani sesuai prosedur agama sebelum dimakamkan.

Imbauan Kapolsek Selupu Rejang
Menanggapi peristiwa ini, Kapolsek Selupu Rejang, IPTU Azmi Aryanto, S.H., menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi. Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan memastikan proses evakuasi serta penanganan jenazah berjalan lancar dengan bantuan warga.
IPTU Azmi juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban dan mengingatkan masyarakat, khususnya orang tua, untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya di aliran sungai, terutama saat musim hujan atau ketika debit air sedang tinggi.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, agar senantiasa mengawasi aktivitas anak-anak. Jangan biarkan anak bermain atau mandi di sungai sendirian tanpa pengawasan, karena arus sungai bisa berubah drastis dan sangat berbahaya,” tegas Kapolsek Azmi.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi masyarakat Curup Selatan akan pentingnya kewaspadaan dini terhadap bahaya tenggelam, terutama di wilayah yang dilintasi aliran sungai besar seperti Sungai Musi.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih terasa di kediaman almarhum Bagas Muhammad. Rencananya, jenazah akan segera disalatkan dan dimakamkan di pemakaman umum Desa Lubuk Ubar. (Salman)














