Alaku
Alaku

KELUARGA KORBAN BACOKAN PILIH JALUR DAMAI: SERAHKAN SEPENUHNYA PADA PROSES HUKUM

REJANG LEBONG, Pena-serawai.com — Situasi yang sempat memanas pasca insiden pembacokan terhadap warga berinisial IR di Desa Air Lanang, Kecamatan Curup Selatan, kini mulai mereda. Di tengah ketegangan yang pernah menyelimuti lingkungan sekitar, keluarga korban justru memilih jalan bijak: menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum, sekaligus menyerukan kepada masyarakat agar tidak terprovokasi dan tetap menjaga persaudaraan.

Tim Pena-serawai.com yang turun langsung ke lokasi mendapat kepercayaan istimewa dari keluarga IR untuk mendengar keterangan secara langsung di kediaman mereka. Dalam suasana sederhana namun penuh makna, IR didampingi sang istri, YN, menyampaikan pesan yang tak hanya tentang keadilan, tapi juga tentang ketenangan hati dan kepercayaan pada sistem hukum.

“Saya percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saya yakin proses hukum akan berjalan sebagaimana mestinya atas kejadian yang menimpa saya,” ujar IR dengan suara tenang, meski luka robek di leher belakang dan punggungnya masih menjadi bukti nyata kekerasan yang ia alami.

Insiden tersebut terjadi beberapa Minggu lalu, ketika IR menjadi korban sabetan senjata tajam oleh seorang tersangka berinisial IN. Akibatnya, IR mengalami luka serius yang memerlukan perawatan intensif. Namun, alih-alih menuntut balas atau memicu aksi massa, IR justru memilih jalur formal dengan melapor ke polisi dan menunggu proses hukum berjalan.

Kini, tersangka IN telah diamankan oleh Polres Rejang Lebong dan sedang dalam tahap pengembangan lebih lanjut. Pihak kepolisian menyatakan kasus ini ditangani secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, YN, istri IR, turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada jajaran kepolisian yang dinilai sigap dan responsif. Ia menyebut peristiwa ini sebagai musibah yang tak diharapkan, namun harus disikapi dengan bijak.

“Kami berterima kasih kepada pihak kepolisian yang sudah bekerja keras. Ini adalah musibah, tapi kami percaya hukum akan ditegakkan seadil-adilnya,” ungkap YN dengan mata berkaca-kaca, namun suaranya tegar.

Ia juga menegaskan bahwa keluarga tidak akan mengambil langkah sendiri-sendiri. Semua diserahkan sepenuhnya pada proses hukum hingga tahap persidangan nanti.

“Siapapun yang bersalah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku di Republik Indonesia,” tegasnya.

Di tengah situasi yang sebelumnya sempat panas, keluarga IR justru menjadi contoh nyata bagaimana kesabaran dan kepercayaan pada institusi hukum bisa mencegah eskalasi konflik. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk:

• Tidak mudah terpancing emosi

• Tidak menyebar informasi tanpa verifikasi

• Tidak melakukan tindakan main hakim sendiri

• Tetap menjaga kondusivitas lingkungan

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak terprovokasi, dan bijak dalam menggunakan media sosial. Mari kita percayakan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar keadilan dapat ditegakkan,” tutup pihak keluarga dengan nada lembut namun tegas.

Dengan pernyataan ini, keluarga IR bukan hanya menutup bab konflik pribadi, tapi juga membuka ruang bagi rekonsiliasi sosial. Mereka menunjukkan bahwa keadilan tidak harus diraih dengan kekerasan, dan kedamaian bisa dibangun bahkan setelah luka paling dalam sekalipun. (Salman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page