Alaku
Alaku

SMKN 1 Rejang Lebong Ikuti Refleksi dan Evaluasi Kelas Industri PT Schneider Indonesia

REJANG LEBONG, PENA-SERAWAI.COM – SMKN 1 Rejang Lebong terus memperkuat kemitraan dengan dunia industri melalui keikutsertaannya dalam kegiatan Refleksi dan Evaluasi Pelaksanaan Kelas Industri PT Schneider Indonesia Cikarang Plant, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan yang digelar secara daring tersebut berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga 16.00 WIB dan diikuti oleh 15 sekolah menengah kejuruan (SMK) mitra PT Schneider Indonesia Cikarang Plant dari berbagai daerah di Indonesia. SMKN 1 Rejang Lebong menjadi satu-satunya sekolah mitra yang berasal dari Provinsi Bengkulu.

Program Kelas Industri PT Schneider Indonesia Cikarang Plant telah berjalan di 15 SMK mitra dan mendapat respons positif. Program tersebut dinilai memberikan manfaat nyata bagi sekolah, mulai dari meningkatnya kepercayaan masyarakat dan orang tua terhadap kualitas pendidikan vokasi hingga terbukanya peluang kerja bagi lulusan.

Salah satu manfaat tersebut dirasakan SMKN 1 Rejang Lebong. Kepala SMKN 1 Rejang Lebong, Dr. Asep Suparman, M.Pd, mengungkapkan bahwa sebanyak 10 alumni sekolahnya telah diterima dan bekerja di PT Schneider Indonesia Cikarang Plant, sementara dua alumni lainnya masih menjalani proses seleksi.

“Alhamdulillah, 10 orang alumni telah diterima dan bekerja di PT Schneider Indonesia Cikarang Plant, ditambah dua orang lagi dalam proses seleksi,” ujar Asep Suparman.

Menurutnya, keberadaan Kelas Industri menjadi bagian penting dalam membangun kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dengan dunia kerja. Melalui program tersebut, sekolah dapat mempersiapkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai dengan kebutuhan industri.

“Melalui kelas industri ini dapat terwujud kemitraan atau kolaborasi pendidikan untuk mencetak talenta masa depan lulusan SMK sehingga dapat diserap dunia kerja,” katanya.

Sementara itu, perwakilan PT Schneider Indonesia Cikarang Plant, Sumarno, mengatakan SMKN 1 Rejang Lebong merupakan satu-satunya mitra PT Schneider Indonesia dari Provinsi Bengkulu. Selain SMKN 1 Rejang Lebong, terdapat 14 SMK lainnya yang turut mengikuti kegiatan refleksi dan evaluasi tersebut.

Ke-15 SMK mitra tersebut yakni SMKN 1 Rejang Lebong Bengkulu, SMKN 1 Sungai Rumbai Dharmasraya Sumatera Barat, SMK Sukoharjo Lampung, SMKN 2 Kebumen, SMK YAPPI Wonosari, SMKN 1 Japara Kuningan, SMKN 1 Wadaslintang, SMK CB Pare Kediri, SMK Mitra Industri MM 2100, SMKN 2 Wonogiri, SMK Jaya Buana, SMK PGRI 2 Jombang, SMKN 1 Cikarang Selatan, dan SMKN 1 Tangerang.

Sumarno menjelaskan, kegiatan refleksi dan evaluasi tersebut menjadi forum untuk menghimpun berbagai masukan dari sekolah mitra sekaligus menyusun rencana pengembangan program Kelas Industri ke depan.

“Melalui kegiatan evaluasi kelas industri ini, kami menerima masukan dan rencana ke depan agar pelaksanaan kelas industri di 15 SMK dapat berjalan lebih baik dan semakin mantap kolaborasi pendidikan SMK dengan dunia kerja PT Schneider Electric Cikarang Plant,” ujar Sumarno.

Sejumlah hasil refleksi yang menjadi perhatian dalam pengembangan program di antaranya penerapan block calendar untuk praktik Kelas Industri di sekolah, pengelompokan peserta Kelas Industri sejak kelas X, serta peningkatan kompetensi basic electric, bahasa Inggris, public speaking, dan soft skill.

Selain kompetensi teknis, penguatan pendidikan karakter siswa dan sosialisasi budaya kerja industri juga dinilai perlu terus dilakukan agar peserta didik memiliki kesiapan yang lebih baik ketika memasuki dunia kerja.

Dalam forum tersebut, Asep Suparman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PT Schneider Electric Cikarang Plant yang telah memberikan kesempatan kepada lulusan SMKN 1 Rejang Lebong untuk berkarier di perusahaan tersebut.

“Kami siap berkomitmen untuk meningkatkan layanan Kelas Industri di sekolah dan lebih utamanya kami siap berkomitmen untuk menyiapkan lulusan terbaik sesuai standar industri PT Schneider Indonesia Cikarang Plant,” tegasnya.

Ke depan, kolaborasi antara SMKN 1 Rejang Lebong dan PT Schneider Indonesia Cikarang Plant diharapkan semakin kuat, sehingga program Kelas Industri tidak hanya menjadi sarana peningkatan kompetensi siswa, tetapi juga mampu memperluas peluang lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja sesuai kebutuhan industri. (Salman)

Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat

👉 FOLLOW FB. Sahabat MEDIA PENA Serawai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page