Alaku
Alaku

Kapolres Rejang Lebong Pacu Swasembada Bawang Putih, Target Awal 20 Hektare dan Ekspansi 250 Hektare se-Bengkulu

REJANG LEBONG, Pena-serawai.com – Polres Rejang Lebong bersama Dinas Pertanian dan Perikanan, pemerintah daerah, serta kelompok tani memperkuat langkah percepatan swasembada bawang putih melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Aula Wicaksana Laghawa Polres Rejang Lebong, Rabu (30/9/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut dipimpin Kapolres Rejang Lebong AKBP Syahrul Hariady, S.I.K., M.H., dan dihadiri Kabag Perekonomian dan SDA Sofan Wahyudi, S.Si., Apt., M.P.H., perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan melalui Kepala BPP serta tim PPL Kecamatan Bermani Ulu, para pejabat utama Polres, dan perwakilan kelompok tani.

FGD ini membahas strategi pengembangan bawang putih, mulai dari kesiapan lahan, pendampingan teknis, ketersediaan pupuk dan air, hingga penanganan pascapanen. Program tersebut diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kemandirian petani di Kabupaten Rejang Lebong.

Dalam sambutannya, Kapolres AKBP Syahrul Hariady menegaskan komitmen Polres Rejang Lebong untuk mendukung program swasembada pangan nasional. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga stabilitas dan kesejahteraan masyarakat.

Kapolres menyebut kawasan dataran tinggi Bermani Ulu, Bermani Ulu Raya, dan Selupu Rejang memiliki potensi untuk pengembangan bawang putih. Target awal pengembangan direncanakan seluas 20 hektare, dengan proyeksi perluasan hingga 250 hektare di Provinsi Bengkulu.

Ia juga menekankan bahwa FGD harus menghasilkan langkah konkret dalam mengatasi kendala yang dihadapi petani, termasuk validasi data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL), pemenuhan kebutuhan pupuk, serta ketersediaan air untuk budidaya.

Selain itu, Polres Rejang Lebong akan mengoptimalkan peran Satgas Pangan dan Bhabinkamtibmas dalam mengawasi distribusi pupuk bersubsidi agar tepat sasaran, sekaligus menjaga keamanan lahan pertanian hingga masa panen.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres dalam memfasilitasi koordinasi lintas sektor. Dinas melalui tim BPP dan PPL menyatakan kesiapan memberikan pendampingan teknis serta membantu validasi CPCL untuk mendukung rencana pengembangan lahan tahap awal seluas 20 hektare.

Dinas Pertanian juga mendorong kelompok tani, termasuk Kelompok Tani Tunas Bhayangkara, agar konsisten menerapkan teknik budidaya yang tepat untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil panen.

Dalam sesi pemaparan materi, Esa Ade Eva Wahyu Utami, S.Pd., peserta studi tiru di Sembalun, Nusa Tenggara Barat (NTB), membagikan pengalaman mengenai teknik budidaya bawang putih di kawasan dataran tinggi.

Materi yang disampaikan meliputi pengolahan bedengan dan drainase, penggunaan pupuk organik, pemanfaatan mulsa plastik, serta teknologi irigasi sprinkler untuk menghemat air. Ia juga menjelaskan metode pengeringan dan penyimpanan bawang putih agar kualitas umbi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan sebagai benih.

Melalui diskusi dan sesi tanya jawab, para peserta membahas peluang penerapan teknik tersebut sesuai kondisi geografis Rejang Lebong. Pengembangan budidaya secara terkoordinasi diharapkan dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat kemandirian benih, dan membuka peluang ekonomi bagi petani.

Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 11.00 WIB tersebut berlangsung aman dan kondusif. Polres Rejang Lebong bersama instansi terkait dan kelompok tani diharapkan terus memperkuat koordinasi agar rencana pengembangan bawang putih dapat ditindaklanjuti secara bertahap dan berkelanjutan. (Salman)

Pena-serawai.com — Lebih Dekat dengan Masyarakat.

👉 FOLLOW FB. Sahabat MEDIA PENA Serawai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page