Alaku
Alaku

Pemdes Karang Jaya dan Puskesmas Sumber Urip Bersinergi Tekan Angka Stunting

Rejang Lebong – Pena Serawai
Pemerintah Desa Karang Jaya, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menggelar kegiatan Rembuk Stunting: Pencegahan dan Penanganan Stunting, Kamis (13/11/2025) pukul 09.35 WIB di aula desa setempat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi dan kesehatan anak demi mencetak generasi sehat dan cerdas di masa depan.

Acara dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kepala UPT Puskesmas Sumber Urip beserta staf, Pendamping Desa, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa beserta perangkat, Wakil Ketua dan anggota BPD, tokoh agama, anggota Linmas, sesepuh masyarakat, serta masyarakat setempat. Turut hadir pula rekan-rekan media dari Revolusi, Sibernasionalnews, dan Pena-Serawai.com yang meliput jalannya kegiatan tersebut.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Ujang Sariono, agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Karang Jaya, Cahyo Purnomo, S.Pd., menyampaikan bahwa rembuk stunting ini merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menekan angka stunting.

“Pemerintah desa tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Pencegahan stunting adalah investasi jangka panjang untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Puskesmas Sumber Urip dalam sambutannya menjelaskan bahwa perhatian terhadap tumbuh kembang bayi dan ibu hamil sangat penting, terutama dalam hal pemenuhan gizi yang seimbang.

“Gizi seimbang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak dan kesehatan ibu. Warna merah pada grafik pertumbuhan anak di posyandu adalah tanda penting yang harus segera ditangani karena dapat berdampak jangka panjang bagi masa remaja dan masa depan generasi berikutnya,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa penanganan stunting merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan masyarakat sehat dan bebas dari TBC.

Dari sisi Pendamping Lokal Desa, disampaikan bahwa pemanfaatan Dana Desa tidak hanya untuk membangun infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk pembangunan sumber daya manusia, salah satunya melalui kegiatan Rembuk Stunting, program koperasi Merah Putih, BLT, dll.

“Dana Desa harus berdampak luas bagi masyarakat. Salah satu bentuk nyata adalah kegiatan rembuk stunting ini, yang bertujuan membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya kesehatan anak,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Ibu Helma Zanida, staf Gizi Puskesmas Sumber Urip, yang menjelaskan secara rinci tentang definisi dan pencegahan stunting.

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis. Masa paling krusial adalah usia 0–2 tahun, karena setelah itu stunting susah dicegah lagi. Maka, peran orang tua sangat penting dalam memberikan ASI eksklusif, makanan pendamping yang bergizi, serta menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusias dan penuh semangat. Masyarakat aktif bertanya dan berdiskusi terkait langkah-langkah praktis pencegahan stunting di lingkungan keluarga.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Karang Jaya menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang sehat, sadar gizi, dan berdaya saing. Diharapkan, upaya ini menjadi langkah berkelanjutan untuk menciptakan Desa Karang Jaya bebas stunting dan berorientasi pada kesejahteraan generasi masa depan.

Redaksi : Pena Serawai
Lebih Dekat Dengan Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page