Rejang Lebong – Pena Serawai, Ribuan pengunjung dari dalam maupun luar Provinsi Bengkulu memadati Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Minggu (30/11/2025). Kehadiran mereka bukan hanya untuk berwisata, tetapi untuk menyaksikan langsung kekayaan budaya, tradisi turun-temurun, serta keindahan alam yang menjadi identitas desa tersebut.


Pembukaan festival ditandai dengan pengetukan lesung secara bersama-sama oleh Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, SE., M.AP, Ketua TP-PKK Ny. Intan Larasita Fikri, Kadis Pariwisata Riki Irawan, S.Sos., MM, Forkopimda, Kepala Desa Belitar Seberang Kasiadi, serta perwakilan TNI, Polri, camat, dan tamu undangan lainnya. Tradisi pengetikan lesung bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap budaya kerja dan gotong royong masyarakat setempat.


Kolosal “The Wonderful of Belirang”: Kisah Sejarah yang Dihidupkan Kembali

Salah satu penampilan paling ditunggu adalah pertunjukan kolosal The Wonderful of Belirang. Tarian ini mengangkat kisah perjuangan para sesepuh Desa Belitar Seberang pada tahun 1932, ketika mereka membuka hutan lebat menjadi lahan pertanian sekaligus permukiman pertama bagi warga.

Gerakan para penari menggambarkan keberanian, kerja keras, dan spiritualitas leluhur, menjadikan tarian ini bukan hanya hiburan, tetapi bentuk pelestarian sejarah yang hidup di tengah masyarakat.

Bupati Fikri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam penyelenggaraan festival.

“Festival Bhumi Belirang bukan sekadar perayaan, tetapi wujud nyata semangat kita melestarikan kekayaan alam dan budaya. Belirang adalah anugerah yang harus kita jaga bersama serta menjadi identitas masyarakat Rejang Lebong,” ujar Bupati Fikri.

Ia juga berharap festival ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama desa. Selain itu, ia mendorong pelaku seni dan budaya lokal untuk terus berinovasi dalam memperkenalkan budaya Rejang Lebong ke tingkat yang lebih luas.
Kepala Desa Belitar Seberang, Kasiadi, mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dan seluruh masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak yang sudah berperan aktif menyukseskan event ini. Semoga Festival Bhumi Belirang terus berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ogoh-Ogoh Warnai Karnaval, Menjadi Magnet Wisatawan, Festival semakin meriah dengan adanya pawai Ogoh-Ogoh, yang menjadi tontonan favorit pengunjung. Arak-arakan dengan patung berukuran besar ini tidak hanya menambah semarak festival, tetapi juga menjadi daya tarik budaya yang unik, memadukan unsur seni rupa, kreativitas warga, serta hiburan khas masyarakat lokal.
Puncak perayaan akan berlangsung pada malam hari nanti yang mengusung tema “Dangdut Jadul Era 80-an”. Para peserta akan tampil dengan kostum klasik yang menggambarkan gaya fesyen tempo dulu, menghadirkan suasana nostalgia yang hangat dan menghibur.
Festival Bhumi Belirang 2025 kembali membuktikan bahwa desa bukan hanya wilayah administratif, tetapi pusat kreativitas yang memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan ekonomi, pariwisata, dan pelestarian budaya.
Dengan kekayaan tradisi, kekompakan masyarakat, serta dukungan pemerintah, Desa Belitar Seberang menunjukkan bahwa kebudayaan dapat menjadi fondasi kemajuan desa.
Redaksi: Pena Serawai – Lebih Dekat Dengan Masyarakat














