Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Dalam rangka mendorong peningkatan pendapatan per kapita masyarakat desa, warga Desa Pangambang, Kecamatan Sindang Beliti Ilir, Kabupaten Rejang Lebong, berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dapat mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT).

Harapan tersebut disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Pangambang, Bahrun, yang mewakili aspirasi warga setempat. Ia menjelaskan bahwa jalan usaha tani yang dimaksud merupakan akses utama menuju kawasan perkebunan masyarakat dari Desa Pangambang hingga tembus ke Desa Merantau, Kecamatan Sindang Beliti Ilir.
“Panjang jalan yang direncanakan kurang lebih 9 kilometer. Jika dibangun, jalan ini tidak hanya menghubungkan Pangambang dan Merantau, tetapi juga berpotensi meningkatkan akses antar desa,” ujar Bahrun.

Menurut Bahrun, kondisi jalan yang belum memadai selama ini menjadi kendala serius bagi para petani, khususnya saat musim panen kopi dan durian. Jalan yang rusak dan sulit dilalui menyebabkan biaya angkut hasil panen menjadi tinggi, sehingga berdampak langsung pada berkurangnya pendapatan masyarakat.
Warga tidak menuntut pembangunan jalan dengan aspal hotmix. Mereka menilai pembangunan dengan lapisan penetrasi (lapen) saja sudah cukup membantu dan sangat meringankan beban petani.

“Kalau jalan ini dibangun walau hanya lapen, kami yakin biaya angkut bisa ditekan. Saat musim durian kemarin saja, seandainya jalan sudah bagus, pendapatan masyarakat pasti jauh lebih meningkat,” tambahnya.
Bahrun juga mengingatkan bahwa sejak tahun 2009, masyarakat telah berharap adanya pembangunan jalan lingkar yang menghubungkan Desa Pangambang menuju Desa Merantau hingga ke Desa Lubuk Belimbing I. Namun hingga kini, harapan tersebut belum juga terealisasi.
Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Desa Merantau, M. Shale. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong dapat memprioritaskan pembangunan jalan menuju kawasan perkebunan warga yang telah dibuka secara swadaya.
Bahkan, baru-baru ini M. Shale berinisiatif membuka badan jalan menggunakan alat berat jenis dozer dengan biaya pribadi untuk mempermudah akses menuju lahan perkebunannya dan masyarakat sekitar.
“Saya berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan jalan yang sudah kami buka ini. Tidak perlu hotmix, cukup lapen saja agar bisa dilalui kendaraan saat musim panen,” ungkapnya.
Ia juga berharap pada APBD Perubahan (APBD-P) mendatang, pemerintah daerah dapat menganggarkan peningkatan jalan tersebut demi menunjang aktivitas perekonomian masyarakat desa.
Pembangunan Jalan Usaha Tani dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat di Kecamatan Sindang Beliti Ilir dan Kecamatan Sindang Beliti Ulu. Infrastruktur yang memadai diyakini mampu membuka akses distribusi hasil pertanian, menekan biaya produksi, serta meningkatkan kesejahteraan warga.
Masyarakat kini menaruh harapan besar kepada pemerintah daerah agar aspirasi tersebut dapat segera diwujudkan demi pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan petani di wilayah pedesaan Kabupaten Rejang Lebong. (IB)














