Alaku
Alaku

TEGAS MEMBURU NARKOBA, TEGUH MENJAGA IBADAH: KISAH IPONG DI BALIK SERAGAM POLISI

Bengkulu Utara, Pena-serawai.com Di Balik Ketegasan Buru Pelaku Kejahatan Narkoba Ipda Fitrio Eko Sudarmo Akrab Di Sapa Ipong Kanit Satresnarkoba Polres Bengkulu Utara Tetap Pegang Teguh Ibadah

Nama Fitrio Eko Sudarmo atau yang akrab disapa Ipong dikenal sebagai salah satu personel kepolisian yang aktif dalam pengungkapan berbagai kasus kejahatan Narkoba di wilayah hukum Polres Kabupaten Bengkulu Utara

Sebagai anggota kepolisian yang bertugas di lapangan, Ipong dikenal tegas dalam menghadapi pelaku kejahatan Narkoba yang dinilai mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Sikap tegas tersebut tidak membuat Ipong melupakan sisi lain dari kehidupannya. Di tengah kesibukan menjalankan tugas bersama tim, ia tetap berupaya menjalankan kewajiban ibadah, khususnya salat lima waktu.

Menurut Ipong menjalankan tugas sebagai anggota kepolisian merupakan tanggung jawab yang harus dilaksanakan. Namun, kewajiban beribadah kepada Tuhan juga tidak boleh ditinggalkan.

“Ya, tugas itu utama, tetapi yang paling utama juga salat. Saya dan teman-teman selalu berupaya untuk bisa tepat waktu salat. Bila masih ada waktu salat saat itu, sesegera mungkin kami melaksanakannya. Salat tidak boleh ditinggalkan karena itu juga kewajiban kita,” kata Ipong

Sebelum bertugas di Satresnarkoba Polres Bengkulu Utara Ipong juga memiliki pengalaman dalam pengungkapan sejumlah kasus ketika menjadi anggota Buser Direktorat Narkoba Polda Bengkulu dan BNNP Bengkulu

Salah satu kasus besar yang pernah diungkapnya adalah Mengungkap Jaringan Narkoba Internasional Sabu 3Kg Asal Jambi Penangkapan di daerah Kepala Curup Rejang Lebong Provinsi Bengkulu

Selain itu, Ipong bersama tim juga pernah mengungkap 200 Butir Extasy di daerah Kepala Curup Pengiriman Melalui jasa travel  Palembang – Bengkulu dikemas di dalam Paket Pempek Dewi

Ipong menegaskan, keberhasilan pengungkapan kasus narkoba bukan merupakan hasil kerja seorang diri. Setiap proses penyelidikan dan penangkapan dilakukan bersama tim dengan mengerahkan kemampuan, tenaga, serta koordinasi di lapangan.

“Mengungkap kasus itu bersama tim. Kalau tidak bersama tim, pastinya saya juga mengalami kesulitan. Segala upaya, pikiran, doa dan tenaga dikeluarkan agar suatu kasus bisa terungkap,” pungkasnya.

Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan demikian 

👉 FOLLOW FB. Sahabat MEDIA PENA Serawai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page