Alaku
Alaku

Plt Bupati Hendri Buka Musyawarah Besar Adat Lembak, Bangkitkan Kembali Warisan Budaya dan Perkuat Persatuan

Rejang Lebong, Pena-serawai.com Musyawarah Besar Masyarakat Adat Lembak resmi dibuka oleh Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, di Gedung Yayasan Rijiyah Qasim, Kelurahan Pasar Padang Ulak Tanding, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Senin (15/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai tokoh masyarakat Lembak dari Kabupaten Rejang Lebong, Kota Lubuk Linggau, hingga Provinsi Bengkulu. Hadir di antaranya mantan Wakil Bupati Rejang Lebong Umar Usman, unsur Kejaksaan, Polres Rejang Lebong, Kodim Rejang Lebong, Edi Suherman beserta istri yang merupakan mertua Wali Kota Lubuk Linggau, Wansari anggota DPRD Kota Lubuk Linggau, serta Meizwar yang merupakan tokoh masyarakat Lembak dari Bengkulu.

Selain itu, turut hadir tujuh anggota DPRD Rejang Lebong dari Daerah Pemilihan (Dapil) III, para camat dan kepala desa dari tujuh kecamatan wilayah Lembak, mantan anggota DPRD Rejang Lebong Nanang Ibrahim, Saparudin, sejumlah tokoh masyarakat, serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Rejang Lebong.

Ketua Pelaksana Musyawarah Besar Adat Lembak, Ishak Nurmansyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Plt Bupati Rejang Lebong yang telah hadir sekaligus membuka langsung kegiatan tersebut.

Menurut Ishak, masyarakat Lembak memiliki kekayaan seni budaya dan adat istiadat yang sangat beragam. Namun, seiring perkembangan zaman, sebagian budaya dan adat tersebut mulai ditinggalkan dan kurang mendapat perhatian.

“Melalui musyawarah besar ini, mari kita bersama-sama menghidupkan kembali adat istiadat dan budaya yang ada di wilayah Lembak. Kalau bukan kita yang menjaga dan mengembangkannya, lalu siapa lagi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah pelaksanaan musyawarah besar ini, pihaknya berencana melanjutkan pembahasan di tingkat kecamatan yang tersebar di tujuh kecamatan wilayah Lembak.

“Kami akan turun langsung ke setiap kecamatan untuk mendengar berbagai pandangan masyarakat terkait adat istiadat yang masih berkembang di wilayah Lembak. Masukan-masukan tersebut akan menjadi bahan dalam merumuskan langkah pelestarian budaya ke depan,” katanya.

Sementara itu, Plt Bupati Rejang Lebong, Dr. H. Hendri, saat diwawancarai usai membuka acara menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong terhadap pelaksanaan Musyawarah Besar Adat Lembak.

“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kegiatan ini. Semoga melalui musyawarah besar ini lahir berbagai gagasan, saran, dan konsep yang dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan Kabupaten Rejang Lebong,” ujar Hendri.

Terkait Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2007 yang turut menjadi pembahasan dalam musyawarah tersebut, Hendri menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menunggu hasil kajian dan rekomendasi yang dihasilkan peserta musyawarah.

“Kita tunggu hasil musyawarah ini. Tentunya semua harus melalui prosedur dan kajian akademik agar tidak bertentangan dengan aturan yang berlaku. Nanti pemerintah akan mempelajari konsep-konsep dan rekomendasi yang disampaikan oleh penyelenggara,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Hendri mengajak seluruh masyarakat Rejang Lebong, khususnya masyarakat Lembak, untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama membangun daerah.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Rejang Lebong. Jangan sampai ada perpecahan atau kelompok-kelompok yang justru menghambat pembangunan. Persatuan adalah modal utama untuk kemajuan daerah. (IB)

Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page