Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Paguyuban Kesenian Kuda Kepang Kabupaten Rejang Lebong (PKKKRL) menggelar Kenduri Suroan Tahun 2026 di Sekretariat PKKKRL, Desa Kesambe Lama, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala sekaligus mempererat silaturahmi dan memperkokoh persaudaraan di kalangan pelaku seni budaya.
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut dihadiri oleh pengurus dan anggota PKKKRL, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta para pemerhati seni budaya. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Ketua PKKKRL Hidayatullah, Kepala Desa Kesambe Lama Darwantoni, serta Ketua Balai Adat Kabupaten Rejang Lebong Ahmad Faizir.

Dalam sambutannya, para tokoh mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta melestarikan seni dan budaya sebagai warisan luhur yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi penerus.
Suasana semakin khusyuk ketika Mbah Sumarno memimpin pembacaan ikrar bersama. Ikrar tersebut menjadi komitmen seluruh keluarga besar PKKKRL untuk menjaga persatuan, mempererat solidaritas, dan terus menghidupkan kesenian kuda kepang sebagai bagian dari identitas budaya Kabupaten Rejang Lebong.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, kesehatan, serta kemajuan organisasi agar PKKKRL senantiasa menjadi wadah yang mampu mempersatukan para pelaku seni sekaligus terus menghadirkan karya-karya budaya yang membanggakan masyarakat.

Selain sebagai tradisi tahunan, Kenduri Suroan 2026 juga dirangkaikan dengan pemilihan Pengurus PKKKRL masa bakti 2026–2030. Proses regenerasi kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa organisasi semakin solid, berkembang, serta konsisten dalam menjaga dan mengembangkan kesenian kuda kepang di Kabupaten Rejang Lebong.
Ketua PKKKRL Hidayatullah menyampaikan bahwa Kenduri Suroan bukan sekadar tradisi seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat persaudaraan sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.
Melalui kegiatan ini, PKKKRL berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan kecintaan terhadap budaya daerah terus tumbuh di tengah masyarakat. Warisan budaya diyakini akan tetap hidup apabila dijaga dengan kepedulian, dirawat melalui kebersamaan, dan diwariskan dengan penuh rasa cinta kepada generasi penerus.
Kenduri Suroan 2026 pun menjadi simbol bahwa pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab para pelaku seni, melainkan seluruh elemen masyarakat, agar nilai-nilai luhur dan identitas budaya Rejang Lebong tetap lestari sepanjang masa. (Salman)
Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat














