Alaku
Alaku

Dramatis! Bandar Sabu Diamankan Saat Transaksi di Halaman Rumah Dokter Selebar, Barang Bukti Digali dari Bawah Pagar

BENGKULU, Pena-serawai.com – Aksi nekat seorang bandar narkoba yang memilih lokasi strategis di halaman rumah seorang dokter untuk transaksi akhirnya terbongkar. Tim Satuan Narkoba Polda Bengkulu berhasil meringkus pelaku pada Rabu (08/04/2026) sore, tepat saat tersangka sedang menunggu calon pembelinya di Jalan Raden Patah 23 No 14, Desa Suka Rami, Kelurahan Sumur Dewa, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Penggerebekan yang berlangsung pukul 17.21 WIB ini mengungkap modus operandi unik di mana paket sabu berukuran sedang disembunyikan dengan cara ditanam di bawah pagar rumah milik dr. Sebut saja namanya Gj, seorang praktisi medis yang berdomisili di lokasi tersebut.

Kronologi Penangkapan: Menunggu Pelanggan

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tim satuan narkoba telah melakukan pengawasan intensif terhadap gerakan tersangka. Saat petugas menyergap, tersangka tertangkap tangan sedang bersiap melakukan transaksi jual beli narkoba. Namun, yang mengejutkan adalah lokasi persembunyian barang haram tersebut.

Alih-alih dibawa di saku atau tas, paket sabu itu telah lebih dulu “ditanam” di tanah area bawah pagar rumah sang dokter, diduga sebagai upaya cleaning (pembersihan diri) jika terjadi penggeledahan mendadak oleh aparat.

Saat dikonfirmasi awak media di lokasi kejadian, pemilik rumah yang berprofesi sebagai dokter membenarkan adanya operasi penyergapan tersebut. Ia menceritakan momen menegangkan saat pulang kerja dan mendapati halaman rumahnya dikerumuni petugas.

“Benar itu. Saya baru pulang dari kantor. Tidak lama kemudian, salah satu anggota Tim Satuan Narkoba mengetuk pintu untuk meminta izin parkir di halaman rumah guna keperluan operasi,” ujar dokter tersebut dengan nada lugas namun tenang.

Ia menambahkan bahwa seluruh aktivitas penangkapan terekam jelas oleh kamera CCTV keamanan yang terpasang di kediamannya. “Pas saya cek di rekaman CCTV ternyata terekam semua. Bahkan saat pengambilan barang bukti yang tertanam di bawah pagar itu pun, Pak RT dan warga sekitar juga berdatangan ke lokasi karena penasaran,” tambahnya.

Sang dokter juga menegaskan bahwa ia tidak terlibat dalam kasus ini dan hanya menjadi “saksi lokasi” akibat ulah oknum yang memanfaatkan area pagar rumahnya tanpa sepengetahuannya sebelumnya.

Kasus ini menambah panjang daftar penyebaran narkoba di Kota Bengkulu yang kian meresahkan. Pelaku dinilai sangat berani memilih lokasi di kawasan permukiman padat dan elit seperti Jalan Raden Patah, dekat dengan fasilitas kesehatan dan perumahan dinas, sebagai tempat transaksi.

Penanaman barang bukti di bawah pagar menunjukkan tingkat kecerdikan sekaligus keputusasaan pelaku untuk menghindari tangkapan. Namun, ketajaman intelijen Satuan Narkoba Polda Bengkulu berhasil mematahkan akal licik tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Satuan Narkoba Polda Bengkulu belum memberikan keterangan pers resmi terkait identitas lengkap tersangka, jaringan yang terhubung, maupun berat total sabu yang diamankan. Upaya awak media untuk menghubungi kontak humas terkait juga belum membuahkan hasil.

Masyarakat Kota Bengkulu berharap kasus ini dapat diusut tuntas hingga ke akar-akarnya, mengingat modus yang semakin liar dan berani menembus berbagai lapisan masyarakat, termasuk memanfaatkan properti pribadi warga sipil. (SS)

(Redaksi Pena-serawai.com)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page