Alaku
Alaku

Dugaan Pungli Face Print di Puskesmas Durian Depun Kian Menguak, Pegawai dan Pimpinan Beda Keterangan

Kepahiang, Pena-serawai.com – Dugaan pungutan terhadap pegawai untuk pembelian mesin absensi sidik jari menjadi sorotan publik. Puskesmas yang berada di jalur Jalan Raya Durian Depun, Kecamatan Merigi, Kabupaten Kepahiang itu disebut melakukan pengumpulan dana sebesar Rp50 ribu per orang kepada seluruh staf untuk pembelian mesin absensi sidik jari jenis Solution X601.

Informasi yang dihimpun awak media menyebutkan jumlah pegawai di puskesmas tersebut diperkirakan mencapai sekitar 66 orang. Dugaan pungutan itu pun memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait mekanisme pengadaan fasilitas penunjang pelayanan di lingkungan instansi pemerintah.

Untuk memperoleh informasi yang berimbang, awak media Pena-serawai.com mendatangi langsung Puskesmas Durian Depun. Namun, saat dikunjungi, Kepala Puskesmas, Yuniwarti SKM., M.K.M., diketahui sedang menjalankan ibadah haji sehingga tidak berada di tempat.

Salah seorang staf puskesmas yang ditemui di lokasi mengatakan bahwa pimpinan puskesmas sedang tidak masuk kerja karena masih berada di Tanah Suci. Sementara itu, dua staf lain yang ditemui di lokasi berbeda membenarkan adanya pungutan sebesar Rp50 ribu per pegawai yang disebut untuk pembelian mesin absensi sidik jari.

“Memang ada pungutan Rp50 ribu per orang untuk pembelian mesin absensi sidik jari. Kalau PLT kami masih ke dinas, dan nama kami jangan di masukkan ke berita, ujar salah seorang staf kepada awak media.

Guna mendapatkan klarifikasi resmi, awak media kemudian menghubungi Kepala Puskesmas Durian Depun, Yuniwarti SKM., M.K.M., melalui sambungan WhatsApp. Dalam keterangannya, ia membantah adanya pungutan kepada pegawai terkait pembelian alat absensi tersebut.

“Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, iya pak maaf memang saya lagi ibadah haji. Masalah pemungutan biaya untuk face print itu tidak ada. Pembelian face print itu memang sudah dianggarkan, dan memang kemarin ada yang rusak dan sudah kita retur. Mohon maaf, tolong hubungi PLT saya saja dulu karena saya mau fokus ibadah dulu. Terima kasih atas pengertiannya,” ujar Yuniwarti melalui pesan WhatsApp.

Pada Rabu (20/05/2026), awak media kembali melakukan penelusuran dengan mendatangi ruang kerja PLT Puskesmas, Indah. Dalam keterangannya, ia juga menyatakan tidak mengetahui adanya pungutan terhadap pegawai.

“Sepengetahuan saya itu tidak ada pak, karena memang sudah dianggarkan di dana perubahan akhir tahun,” jelasnya.

Meski demikian, adanya perbedaan keterangan antara sejumlah staf dengan pihak pimpinan puskesmas memunculkan tanda tanya yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Publik pun berharap pihak terkait, termasuk instansi pengawas dan aparat berwenang, dapat turun langsung ke lokasi guna memastikan kebenaran informasi tersebut.

Langkah klarifikasi dan pemeriksaan dinilai penting agar dugaan pungutan liar di lingkungan pelayanan kesehatan itu dapat segera menemukan titik terang, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kabupaten Kepahiang. (Salman)

Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page