Alaku
Alaku

Festival Bhumi Belirang 2025 Hadirkan Terobosan Desa Kreatif: Koin Biji Aren Jadi Mata Uang Wisata

Rejang Lebong – Pena Serawai
Festival Bhumi Belirang 2025 yang digelar di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menghadirkan inovasi unik yang menjadi sorotan pengunjung. Panitia menerapkan koin yang terbuat dari biji buah aren sebagai pengganti uang rupiah untuk seluruh transaksi di lokasi acara.

Festival tahunan ini berlangsung selama dua hari, mulai Sabtu, 29 November hingga Minggu, 30 November 2025, dan berhasil menarik perhatian masyarakat karena konsepnya yang kreatif dan berbeda dari festival desa lainnya.

Penerapan koin belanja berbahan biji buah aren sebagai alat tukar resmi selama festival. Kegiatan diselenggarakan oleh panitia Festival Bhumi Belirang 2025, Acara dipusatkan di Desa Belitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong.

Koin aren dipilih sebagai langkah kreatif desa untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih menarik, tertib, sekaligus mendorong ekonomi UMKM lokal melalui sistem transaksi terkontrol.

Pengunjung masuk tanpa dipungut biaya, namun diwajibkan membeli minimal satu koin seharga Rp 5.000. Koin tersebut digunakan untuk membeli segala jenis produk di area festival. Pedagang yang menerima koin akan mendapat penggantian uang rupiah dari panitia setelah transaksi.

Ketua Panitia, Dedi, menjelaskan bahwa sistem koin aren ini menjadi identitas baru Festival Bhumi Belirang.
“Masuknya gratis, cukup beli satu koin saja seharga Rp 5.000. Semua transaksi wajib menggunakan koin aren. Besok juga ada acara Ogoh-Ogoh, biasanya paling ramai dengan pengunjung dari Palembang, Sekayun, Lubuk Linggau hingga provinsi Bengkulu,” ungkapnya.

Panitia juga memastikan pelayanan ramah, pengawasan pedagang, dan penukaran koin ke rupiah berlangsung tertib. Langkah ini dinilai menciptakan suasana jual beli yang lebih nyaman dan rapi.

Di area festival, pengunjung dapat menemukan berbagai pilihan kuliner, jajanan tradisional, hingga minuman segar, seperti:

✓ Es Teler, Es Buah, Es Oyen – 2 koin

✓ Jagung, kacang, ubi, kukusan – 1 koin

✓ Jamu tradisional: Beras kencur, kunyit, temulawak – 1 koin

✓Kopi hitam, kopi susu, kopi alpokat

✓Soto Bro, Nasi Kucing, Bacem, Leker, Biar Pietok

✓ Kue tradisional – 1 koin

✓ Es Cendol – 2 koin

✓ Ayam Geprek – 3 koin

✓ Sate Madura & Sate Padang: 10 tusuk = 5 koin dan 5 tusuk = 3 koin

✓ Martabak Telor – 4 koin

✓ Mainan & aksesoris anak – harga bervariasi
✓ dan masih banyak yang lainnya.

Keberadaan koin aren sebagai alat transaksi resmi tidak hanya memperindah konsep festival, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dan kreativitas warga desa.

Festival Bhumi Belirang 2025 kembali membuktikan bahwa desa memiliki potensi besar sebagai pusat inovasi, budaya, dan ekonomi lokal.

Redaksi: Pena Serawai
Media Online – Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *