Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Suasana Desa Lubuk Kembang, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, mendadak menjadi perhatian masyarakat setelah muncul dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh seorang oknum anggota Badan Musyawarah Adat (BMA) desa setempat terhadap seorang wanita yang telah bersuami dan masih merupakan tetangganya sendiri.
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, persoalan tersebut mencuat setelah adanya dugaan pengiriman pesan melalui aplikasi WhatsApp kepada wanita yang telah berstatus istri orang. Peristiwa itu kemudian memicu reaksi keluarga dan warga hingga akhirnya difasilitasi penyelesaiannya di Balai Desa Lubuk Kembang pada Jumat sore (29/5/2026).
Namun, forum mediasi yang diharapkan menjadi jalan keluar justru berlangsung dalam suasana tegang. Menurut sejumlah sumber di lapangan, emosi beberapa pihak sempat memuncak lantaran belum ditemukan titik terang maupun kesepakatan yang dapat diterima semua pihak. Bahkan, situasi dikabarkan sempat ricuh hingga menyebabkan beberapa piring berterbangan di lokasi pertemuan.
Untuk memperoleh informasi yang lebih akurat dan berimbang, awak media Pena-serawai.com mendatangi Desa Lubuk Kembang pada Sabtu (30/5/2026). Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan membenarkan bahwa persoalan tersebut telah dibahas di balai desa sejak siang hari.
“Memang kemarin sekitar pukul dua siang sudah dibawa ke balai desa. Suasananya cukup panas karena banyak warga dari pihak diduga korban yang hadir dan terbawa emosi terhadap oknum BMA tersebut, karna yang di lakukanya di duga sangat tidak wajar lagi,” ungkapnya.
Keterangan serupa juga disampaikan warga lainnya. Menurutnya, hingga saat ini persoalan tersebut belum sepenuhnya selesai dan masih menjadi pembahasan di tengah masyarakat.
“Memang ada kejadian itu dan sudah dibahas di balai desa. Tapi menurut saya masalah ini belum selesai dan masih menunggu penyelesaian lebih lanjut,” ujarnya.
Dalam upaya mendapatkan konfirmasi resmi, awak media mendatangi kediaman Kepala Desa Lubuk Kembang. Namun yang bersangkutan tidak berada di tempat. Salah seorang anggota keluarga menyampaikan bahwa kepala desa sedang keluar.
Tak hanya itu, media juga telah berupaya menghubungi Kepala Desa Lubuk Kembang melalui pesan WhatsApp guna meminta klarifikasi terkait kejadian yang menjadi perhatian publik tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi yang diberikan.
Padahal, sebagai persoalan yang telah memicu kegaduhan publik dan menyangkut nama baik lembaga adat desa, seharusnya adanya transparansi serta penjelasan yang objektif dari Kepala Desa.
Awak media Pena-serawai.com menghubungi Camat Curup Utara Tifen Resein Via WhatsApp, dia menjelaskan : Walaikumsalam pak salman, Terima kasih atas informasi ny🙏🏻Sampai saat ini dari pihak Desa belum melaporkan ke pihak kecamatan. Saya cari tau dulu pak, lebih tepat tanggapan ny bagus ny dari kepala desa pak, karna beliau menangani langsung🙏🏻
Pena-serawai.com tetap berupaya memperoleh konfirmasi dari seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi informasi dalam pemberitaan. (Salman)
Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat














