TANGERANG, Pena-serawai.com – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, menegaskan komitmen kuat kepolisian dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia. Hal ini dinilai krusial sebagai benteng pertahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang tidak menentu, khususnya akibat konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Kapolri usai menghadiri acara Halal Bi Halal Idul Fitri 1447 H bersama keluarga besar Kongres Serikat Pekerja Indonesia (KSPSI) AGN di PT KMK Global Sports, Tangerang, pada Selasa (14/4/2026).
Soliditas Kunci Hadapi Dampak Geopolitik
Dalam sambutannya, Jenderal Listyo Sigit menekankan bahwa kegiatan silaturahmi seperti Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, melainkan strategi membangun soliditas antara aparat keamanan, kelompok buruh, dan pengusaha.
“Konflik di Timur Tengah tentunya akan berdampak kepada situasi dalam negeri. Oleh karena itu, kita sepakat bahwa Indonesia harus bisa menghadapi situasi tersebut,” ujar Kapolri.
Ia menjelaskan bahwa salah satu cara terbaik untuk memitigasi dampak tersebut adalah dengan memastikan roda ekonomi tetap berputar melalui iklim investasi yang aman dan stabil. Indonesia, menurutnya, dikaruniai sumber daya alam (SDA) yang melimpah dan sumber daya manusia (SDM) yang besar, namun potensi ini hanya bisa dimaksimalkan jika ada kepastian hukum dan keamanan bagi para investor.
Sinergi Buruh dan Pengusaha: Pesan Utama
Kapolri mengajak seluruh elemen, khususnya serikat pekerja dan asosiasi pengusaha, untuk duduk bersama dan membangun sinergi positif. Ia menilai sengketa industrial yang berlarut-larut dapat mencederai kepercayaan investor asing maupun domestik.
“Perlu diciptakan suatu iklim investasi yang kondusif. Kita mendorong agar pengusaha dan buruh bisa bersinergi. Permasalahan industrial yang mungkin terjadi harus diselesaikan dengan baik antara perusahaan dan serikat pekerja,” tegas Listyo Sigit.
Ia berharap penyelesaian sengketa secara kekeluargaan dan dialogis ini dapat menjadi bukti kepada dunia internasional bahwa Indonesia mampu mengelola hubungan industrialnya dengan matang dan beradab.
Jaminan Keamanan Aksi May Day 2026
Menyongsong peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang jatuh pada 1 Mei 2026 mendatang, Kapolri memberikan jaminan penuh terhadap hak berpendapat kaum buruh. Namun, ia juga mengimbau agar perayaan tersebut dilaksanakan dengan tertib, damai, dan tanpa provokasi yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Mari kita rayakan hari ulang tahun ini dengan baik, dengan aman, dengan tertib. Kita tunjukkan kepada dunia bahwa buruh Indonesia, pengusaha Indonesia, semuanya kompak dan siap memberikan ruang bagi investasi yang akan masuk ke Indonesia,” tuturnya menutup sambutan.
Dengan pesan ini, Polri memposisikan diri sebagai fasilitator keamanan yang melindungi hak-hak pekerja sekaligus menjaga stabilitas ekonomi negara agar tetap menarik di mata investor global. (Salman)
Sumber : Humas Polres Rejang Lebong














