Alaku
Alaku

Janggal Hasil Audit sudah di serahkan Ke Tipidkor, Inspektorat lakukan pemeriksaan di kantor desa Tanjung Sari

Bengkulu Utara, Pena-serawai.com – Aktivitas pemeriksaan yang dilakukan lima petugas Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara di Kantor Desa Tanjung Sari, Kecamatan Ulok Kupai, Rabu (20/5/2026), memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Pemeriksaan tersebut disebut berkaitan dengan kegiatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Tanjung Sari.

Informasi yang dihimpun awak media Pena-serawai.com dari sejumlah warga yang telah dimintai keterangan menyebutkan, pemeriksaan dilakukan terhadap beberapa masyarakat yang namanya tercantum dalam struktur maupun kegiatan BUMDes Desa Tanjung Sari.

Tiga warga yang berhasil diwawancarai awak media yakni Heri Mandani, Zainal Arifin dan Japar. Dari ketiganya, Heri Mandani dan Japar diketahui tercatat sebagai pengawas BUMDes. Namun keduanya mengaku tidak pernah merasa dilibatkan ataupun mengetahui secara jelas terkait pembentukan maupun tugas pengawasan dalam BUMDes tersebut.

“Saya tidak pernah merasa menjadi pengawas BUMDes, tapi nama saya ada di situ,” ungkap Heri Mandani kepada awak media.

Pernyataan serupa juga disampaikan Japar yang mengaku tidak pernah mengikuti musyawarah ataupun penunjukan resmi sebagai pengawas BUMDes Desa Tanjung Sari.

Sementara itu, Zainal Arifin yang disebut dalam dokumen BUMDes sebagai pengurus usaha sewa tenda mengaku hanya diberikan satu pertanyaan saat pemeriksaan berlangsung.

“Saya hanya diberi satu pertanyaan terkait bagian pengurus sewa tenda,” ujarnya singkat.

Yang menjadi perhatian para warga, mereka mengaku tidak diberikan penjelasan secara rinci terkait tahun anggaran maupun pokok persoalan yang sedang diperiksa oleh pihak Inspektorat Bengkulu Utara.

Di sisi lain, diketahui bahwa pengelolaan keuangan Desa Tanjung Sari saat ini juga tengah dalam proses penyelidikan oleh Unit Tipidkor Polres Bengkulu Utara. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan masyarakat terkait adanya pemeriksaan lanjutan yang kembali dilakukan pihak Inspektorat di kantor desa setempat, padahal hasil audit sebelumnya dikabarkan telah diserahkan kepada penyidik Tipidkor.

Awak media juga sempat mencoba meminta konfirmasi kepada kelima petugas Inspektorat Bengkulu Utara terkait maksud dan tujuan kedatangan mereka ke Kantor Desa Tanjung Sari. Namun hingga pemeriksaan berlangsung, tidak ada keterangan resmi yang diberikan kepada wartawan.

Situasi di lokasi pun menjadi sorotan warga. Pasalnya, para petugas Inspektorat terlihat cukup akrab dengan Kepala Desa Tanjung Sari dan terkesan enggan memberikan penjelasan kepada awak media yang melakukan peliputan.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat terkait transparansi dan profesionalitas proses pemeriksaan yang sedang berjalan. Warga berharap seluruh proses penanganan dugaan persoalan pengelolaan BUMDes maupun keuangan desa dapat dilakukan secara terbuka, objektif, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Inspektorat Kabupaten Bengkulu Utara maupun Pemerintah Desa Tanjung Sari belum memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan tersebut. (SS)

Redaksi : Pena-serawai.com Lebih Dekat Dengan Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page