Kepahiang, Pena-serawai.com – Insiden dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 18 Kepahiang terus menuai perhatian. Salah satu orang tua siswa yang anaknya menjadi korban, Lela Murni, warga Desa Tabatebelet, angkat bicara terkait peristiwa yang terjadi usai anak-anak mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Saat ditemui awak media di Puskesmas Kelobak, Kamis (4/6/2026), Lela Murni mengaku kecewa dan prihatin atas kejadian yang menimpa anaknya, NPC, siswa kelas III SDN 18 Kepahiang.
Menurutnya, program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah seharusnya mengutamakan keamanan dan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa. Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Kalau menurut saya, program seperti ini tidak usah dilanjutkan dulu sebelum benar-benar dipastikan keamanannya. Lebih baik kami sebagai orang tua menyiapkan bekal nasi dari rumah untuk dibawa anak ke sekolah. Keamanannya lebih terjamin karena kami tahu sendiri bagaimana proses memasaknya,” ujar Lela Murni.
Ia menambahkan, dirinya sangat khawatir setelah mengetahui anaknya mengalami keluhan kesehatan yang diduga muncul setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
“Tujuannya memang baik untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Tapi kalau akhirnya membuat anak sakit seperti ini, tentu kami sebagai orang tua merasa cemas. Harapan kami, ada evaluasi menyeluruh agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah siswa, guru, dan penjaga sekolah SDN 18 Kepahiang mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis. Para korban kemudian mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Kelobak.
Hingga saat ini, pihak kepolisian bersama Dinas Kesehatan, pihak sekolah, penyelenggara program MBG, serta instansi terkait masih melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap sampel makanan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Masyarakat berharap hasil investigasi dapat segera diumumkan secara transparan sehingga memberikan kepastian kepada para orang tua dan menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan program serupa di masa mendatang. (Salman)
Sumber : Redaksi Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat














