REJANG LEBONG, Pena-serawai.com – Dalam upaya menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak usia dini, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Rejang Lebong kembali menggelar program unggulan “Police Goes to School”. Kali ini, sasaran penyuluhan adalah para siswa-siswi SD Negeri 96 Kabupaten Rejang Lebong, Tepatnya di Desa Air Merah, Kecamatan Curup Tengah, pada Rabu pagi (22/2/2026), pukul 08.00 WIB.
Kegiatan yang berlangsung khidmat dan interaktif ini dipimpin langsung oleh tiga personel Polwan dan anggota Satlantas yang enerjik, yakni Aiptu Evti Himeati, Brigpol Indah Aulia, dan Bripda M. Ilham. Kehadiran mereka disambut antusias oleh ratusan siswa yang memadati halaman sekolah.

Dalam sesi penyuluhan, tim Satlantas menyampaikan materi krusial yang disesuaikan dengan pemahaman anak-anak sekolah dasar. Fokus utama adalah membangun kesadaran akan keselamatan diri sendiri dan orang lain di jalan raya.
Aiptu Evti Himeati, selaku pimpinan rombongan, menekankan tujuh poin penting yang harus diingat oleh para pelajar:
1. Kewaspadaan Perjalanan: Mengingatkan siswa untuk selalu berhati-hati baik saat berangkat maupun pulang sekolah, mengenali titik rawan kecelakaan di sekitar lingkungan sekolah.
2. Larangan Keras “Nempel” Kendaraan: Memberikan peringatan tegas kepada siswa yang menggunakan angkutan umum untuk tidak duduk di atas atap mobil (toping) atau bergelantungan di belakang kendaraan. “Ini sangat berbahaya, bukan hanya bagi kalian, tapi juga bisa mencelakai pengguna jalan lain jika terjatuh,” tegas Aiptu Evti.
3. Say No to Motor Bagi Pelajar: Menegaskan bahwa pelajar SD dan SMP belum diperbolehkan mengendarai sepeda motor, baik ke sekolah maupun di lingkungan rumah, karena belum memenuhi syarat umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
4. Mengenal Rambu Lalu Lintas: Memperkenalkan berbagai jenis rambu lalu lintas dasar melalui metode permainan dan tanya jawab agar mudah dipahami.
5. Data Kecelakaan Pelajar: Menyampaikan fakta miris bahwa banyak kecelakaan di Rejang Lebong melibatkan pelajar usia produktif yang nekat membawa motor tanpa SIM. “Kami tidak ingin ada lagi teman-teman kalian yang menjadi korban kecelakaan hanya karena ingin terlihat keren bawa motor,” ujar Bripda M. Ilham.
6. Wajib Helm SNI: Mengimbau siswa yang boncengan dengan orang tua atau keluarga untuk memastikan keduanya (pengendara dan penumpang) menggunakan helm standar SNI.
7. Ketertiban Acara: Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keceriaan.

Suasana menjadi semakin hidup saat sesi tanya jawab. Para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan seputar tugas polisi lalu lintas dan cara menyeberang jalan yang benar. Personel Brigpol Indah Aulia dengan sabar menjawab setiap pertanyaan sambil membagikan stiker dan atribut keselamatan sebagai hadiah kecil
Kapolres Rejang Lebong, AKBP Florentus Situngkir, S.I.K., M.H., melalui Kasat Lantas IPTU Arief Abdullah, S.Sos., M.Si., menyatakan bahwa program Police Goes to School akan terus digencarkan ke seluruh jenjang pendidikan di Rejang Lebong.

“Investasi terbesar dalam keselamatan lalu lintas adalah pendidikan karakter sejak dini. Jika anak-anak ini tumbuh dengan kesadaran hukum yang tinggi, maka angka kecelakaan di Rejang Lebong di masa depan akan turun drastis,” pungkasnya.
Dengan langkah preventif ini, Polres Rejang Lebong berharap dapat menciptakan generasi muda yang sadar hukum, disiplin, dan peduli terhadap keselamatan bersama di jalan raya. (Salman)














