Alaku
Alaku

YLH–Sebar Siap Laporkan Dugaan Perusakan HPK Urai Serangai oleh PT SIL ke Kejagung dan Satgas PKH

Bengkulu Utara, Pena-serawai.com Dugaan penguasaan tanah kawasan hutan produksi konversi ( HPK ) urai serangai oleh PT.Sandabi Indah Lestari ( SIL ) di jadikan kebun sawit akan segera di laporkan oleh yayasan Lingkungan hidup Semangat Bersama ( Sebar ) kepada Kejaksaan AGung Republik Indonesia dan Kejadian Bengkulu dalam waktu dekat.

Pasca dilakukan demo oleh Yayasan Sebar di kantor DPRD Kabupaten Bengkulu Utara yang hingga kini belum ada kejelasan atas apa yang di lakukan oleh wakil rakyat Bengkulu Utara dalam waktu dekat yayasan sebar akan melaporkan langsung kepada Satgas Pengamanan Kawasan Hutan ( PKH ) serta penegak hukum atas kerusakan kawasan hutan tersebut.

Yang lebih parah lagi bahwa ada dugaan pihak PT.SIL telah melakukan transaksi jual beli kawasan hutan Produksi Konversi yang telah di jadikan kebun sawit oleh PT.SIL kepada masyarakat yang selama ini keberadaan nya di dalam kawasan HGU PT.SIL seputaran Air sebayur tersebut.

Semua data yang SDH ada pada Yayasan Lingkungan Hidup Semangat Bersama ( YLH- Sebar ) termasuk hasil pemetaan yang SDH di miliki akan segera di serahkan kepada Pengamanan Kawasan Hutan ( PKH ) Republik Indonesia sekaligus meminta kepada tim penindakan PKH untuk menangkap pemilik PT.Sandabi Indah Lestari selain telah merusak kawasan hutan juga diduga telah menjual kawasan hutan HPK dengan cara tukar guling .

Sebelum Yayasan Lingkungan hidup Semangat Bersama ( YLH – Sebar ) melaporkan kasus ini kepada TIM PKH  terlebih dahulu YLH-Sebar akan melakukan aksi damai di depan Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan Di Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia atas kejahatan Lingkungan Hidup yang telah terjadi di wilayah Kawasan Hutan Produksi Konversi ( HPK ) urai serangai tersebut.

Dalam rangka penyelamatan kawasan hutan di provinsi Bengkulu YLH – Sebar juga akan melaporkan salah seorang yang yang memiliki kebunfi dalam Kawasan HPT air Ketahun yang jumlahnya lebih dari 100 hektar dengan modus kebun kelompok dan pemilik kebun tersebut kini ada yang di pulau Jawa dan ada juga yang berada di Kabupaten Bengkulu Utara. (Ishak. B )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page