Alaku
Alaku

Dugaan Rekayasa Sapi Ketahanan Pangan Desa Tanjung Sari: Jumlah, Jenis, hingga Asal-Usul Tidak Sinkron Saat Cek Fisik Tipidkor

Bengkulu Utara – Pena Serawai
Dugaan masyarakat terhadap sapi ketahanan pangan yang bersumber dari dana DD Tahun anggaran 2024 Desa Tanjung Sari kecamatan Ulok Kupai Bengkulu utara yang tidak sesuai secara fisik, kelamin, dan juga jumlah. Saat pelaksanaan kegiatan Cek fisik dan aset yang di laksanakan oleh Penyidik Tipidkor Polres Bengkulu Utara beserta tim pada hari Kamis 20 November 2025 kemarin.

Menambah daftar kejanggalan atas pengelolaan dana APBDesa Yang di kelola Oleh Pemerintah Desa Tanjung Sari. Program yang awalnya di gembor gemborkan penggemukan sapi berubah menjadi program Pengembang biakan Sapi.

Hal ini di buktikan dengan beranak nya sapi yang di pelihara oleh pemelihara sapi yang di tunjuk oleh pemerintah desa saat itu. Ada indukan sapi dan juga anakan sapi.

Saat di konfirmasi oleh pihak penyidik dan auditor yang saat itu meninjau di lokasi kandang sapi yang di tunjuk. Pemeliharaan sapi atas nama Kur yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan kasi Pemerintahan yaitu Afry John menyatakan bahwa mulai memelihara sapi tersebut mulai dari tahun 2005.

Sedangkan di tahun 2005 belum sama sekali ada program ketahanan pangan bahkan belum ada Dana Desa yang di kucurkan pemerintah pusat ke desa sebagai dana pembangunan Desa.

Bahkan saat salah satu warga mengkonfirmasi langsung di lapangan kepada kasi pemerintahan (Afry john) dengan bukti yang di miliki jawaban kasi pemerintahan (Afry John) sangat di luar Logika.

Sapi yang di awal pembelian berjumlah Enam ekor dan Jantan semua. Berubah menjadi Sembilan Ekor dan menjadi indukan serta sudah beranak. Tidak ada sama sekali musyawarah yang di lakuakn oleh pemerintah desa kepada masyarakat.

Hal ini menguatkan dugaan bahwa sapi yang di tunjuk sebagai sapi ketahanan pangan milik desa itu sapi masyarakat bukan sapi ketahanan pangan milik desa.

Bahkan saat peninjauan di Lokasi kandang dan Sapinya masyarakat Tanjung Sari yang ikut serta mengawal Proses pemeriksaan Fisik dan aset itu berkata” Setingannya nya Kurang Pas”

Kejadian ini menjadi perhatian bahwa dugaan mengelabui penyidik dan tim auditor semakin menguat.
Masyarakat berharap atas kejadian itu pihak penyidik dan Auditor bisa segera memberikan hasil yang berpihak kepada masyarakat.

Karna fakta di lapangan tidak bisa di pungkiri lagi bahwa dugaan kongkalikong dan main mata antara pihak BPD , Kepala Desa dan Perangkat Desa Tanjung Sari semaki menguat di tengah masyarakat.

Reporter : SS
Redaksi : Pena Serawai
Lebih Dekat Dengan Masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page