Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 oleh Kodim 0409/Rejang Lebong memasuki hari kedua (H+2), Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan dipusatkan di Desa Seguring, Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong, dengan fokus pada percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Memasuki tahap awal pelaksanaan, sejumlah sasaran fisik dan program unggulan mulai menunjukkan progres positif, meskipun kondisi cuaca hujan pada siang hingga sore hari sempat menjadi tantangan di lapangan.
Pada sasaran fisik, pembukaan badan jalan sepanjang 4,167 kilometer dengan lebar 8 meter telah mencapai progres 6,5 persen. Jalan ini nantinya akan menjadi akses vital yang menghubungkan wilayah pertanian dan permukiman warga, sehingga diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil bumi serta mobilitas masyarakat.
Sementara itu, pengerasan jalan sepanjang 1,250 kilometer dengan lebar 4 meter masih berada pada tahap awal (0 persen) dan akan dilaksanakan setelah pembukaan badan jalan memasuki tahapan yang lebih signifikan.
Di bidang non fisik, dua kegiatan telah terlaksana secara maksimal, yakni pelayanan kesehatan dan donor darah yang masing-masing mencapai 100 persen. Kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat Desa Seguring sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kesehatan warga.
Adapun sejumlah agenda penyuluhan, meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, pertanian, bahaya narkoba, kerukunan antarumat beragama, stunting, karhutla, pelayanan Posyandu dan Posbindu, serta pemutaran film perjuangan, masih dijadwalkan dan akan dilaksanakan dalam tahapan berikutnya.
Program non fisik ini dirancang untuk memperkuat ketahanan sosial, meningkatkan kesadaran hukum, serta membangun karakter kebangsaan masyarakat.
Dalam program unggulan TNI AD, pembangunan lima titik sumur bor mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga hari kedua, sumur bor 1 hingga 4 masing-masing telah mencapai progres 19,5 persen, sementara sumur bor ke-5 masih dalam tahap persiapan (0 persen).
Penyediaan sumur bor ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan kekeringan.
Selain itu, rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebanyak lima unit juga terus berjalan. RTLH 1 dan 2 masing-masing telah mencapai 12,5 persen, RTLH 3 sebesar 3,2 persen, sedangkan RTLH 4 dan 5 masih dalam tahap awal (0 persen). Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian warga dan menunjang taraf hidup yang lebih layak.
Kegiatan TMMD Ke-127 melibatkan total 55 personel, terdiri dari 40 anggota TNI AD dan 15 orang masyarakat setempat. Kolaborasi antara TNI dan warga menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung percepatan pembangunan desa.
Untuk mendukung kelancaran pekerjaan, sejumlah alat kelengkapan (alkap) dikerahkan, di antaranya peralatan pertukangan, satu unit excavator, serta satu unit dozer yang difungsikan untuk pengerjaan pembukaan badan jalan.
Dari pantauan di lapangan, cuaca pada hari kedua pelaksanaan terpantau cerah pada pagi hari, namun hujan turun pada siang hingga sore hari. Meski demikian, kegiatan tetap berjalan dengan penyesuaian teknis di lapangan.
Secara umum, situasi di wilayah pelaksanaan TMMD terpantau aman dan terkendali, serta tidak terdapat kejadian menonjol selama kegiatan berlangsung.
Melalui TMMD Ke-127 ini, Kodim 0409/Rejang Lebong berkomitmen untuk terus menghadirkan pembangunan yang merata di wilayah pedesaan, sekaligus mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat demi terwujudnya desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. (Salman)














