Rejang Lebong – Pena Serawai
Keluhan warga RT 3 RW 3 Kelurahan Batu Galing, Kecamatan Curup Tengah, kembali mencuat terkait parkir mobil sembarangan yang telah berlangsung bertahun-tahun. Meski sudah sering ditegur, perilaku salah satu warga yang memarkir kendaraannya di badan jalan sempit itu tak kunjung berubah.
Jalan lingkungan yang hanya mampu dilalui satu kendaraan membuat warga resah. Pasalnya, posisi parkir mobil tersebut kerap menghalangi lalu lintas, terlebih di depan Masjid Al-Muhajirin, masjid induk Kelurahan Batu Galing.
“Kami selalu melihat mobil itu parkir di situ. Jalan ini sempit, hanya cukup untuk satu kendaraan. Kalau ada mobil parkir, kendaraan lain otomatis tidak bisa lewat,” ujar beberapa warga yang enggan disebutkan namanya. “Apalagi lokasinya dekat masjid. Bagaimana kalau ada jamaah atau tamu masjid ingin lewat dan terhalang?”
Warga menilai seharusnya ada rasa malu dan kesadaran dari pemilik kendaraan. Mereka menegaskan bahwa jalan tersebut adalah fasilitas umum, bukan milik pribadi yang bisa digunakan sesuka hati.
“Kalau mau parkir, carilah tempat yang tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Jangan sampai fasilitas umum terganggu hanya karena ketidakpedulian,” tambah warga.
Keluhan serupa disebut sudah bertahun-tahun disampaikan, namun diduga teguran tidak pernah diindahkan pemilik mobil.
Warga berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dan menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih menghargai kenyamanan bersama. “Kami hanya minta kesadaran. Jangan parkir sembarangan. Kalau suatu hari mobil itu tergores, siapa yang mau disalahkan sementara parkirnya saja sudah mengganggu?”
Ketua RT setempat, saat di hubungi via WhatsApp, belum ada tanggapannya sama sekali, hingga berita ini di tayangkan.
Redaksi: Pena Serawai
Lebih Dekat Dengan Masyarakat














