Alaku
Alaku

Miris! Dugaan Pengeroyokan di Ruang Kelas SMPN 17 Rejang Lebong, Siswa Alami Trauma Serius

Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong kembali menjadi sorotan publik. Di tengah harapan terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi peserta didik, dugaan aksi pengeroyokan antar pelajar justru kembali mencoreng citra pendidikan di daerah tersebut.

Peristiwa yang disebut-sebut terjadi di lingkungan SMP Negeri 17 Rejang Lebong itu berlangsung pada Sabtu, 09 Mei 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, tepatnya di dalam ruang kelas sekolah yang berada di Desa Kampung Melayu, Kecamatan Bermani Ulu, Kabupaten Rejang Lebong.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media, dugaan pengeroyokan dilakukan oleh tiga orang pelajar terhadap dua siswa lainnya yang masih berstatus sebagai teman satu sekolah. Ketiga pelajar yang diduga terlibat masing-masing berinisial DA (15), IK (12), dan FA (15), yang diketahui merupakan siswa SMPN 17 Rejang Lebong dan berdomisili di wilayah Kecamatan Bermani Ulu.

Sementara dua korban diketahui berinisial MSA (15), warga Desa Pal VIII, Kecamatan Bermani Ulu Raya, serta MF (15), warga Desa Purwodadi, Kecamatan Bermani Ulu.

Akibat insiden tersebut, kedua korban dilaporkan mengalami luka lecet dan lebam di sejumlah bagian tubuh. Namun lebih dari itu, dampak psikologis yang dialami korban disebut jauh lebih memprihatinkan. Informasi yang diterima menyebutkan, korban mengalami trauma dan ketakutan hingga enggan kembali mengikuti aktivitas belajar di sekolah.

Kasus ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan di Kabupaten Rejang Lebong. Pasalnya, belum lama ini publik juga dihebohkan dengan berbagai persoalan lain di lingkungan pendidikan, mulai dari dugaan bullying hingga dugaan pelecehan oleh oknum tenaga pendidik terhadap siswinya. Rentetan persoalan tersebut memunculkan keprihatinan mendalam dari masyarakat terkait pengawasan, pembinaan karakter, serta keamanan peserta didik di lingkungan sekolah.

Sekolah yang seharusnya menjadi tempat menimba ilmu, membangun karakter, dan menanamkan nilai moral, justru kembali diterpa persoalan yang mencederai rasa aman para siswa. Kondisi ini dinilai harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, maupun pemerintah daerah.

Kepala SMPN 17 Rejang Lebong, M. Sikron, S.Pd.I., Saat di konfirmasi Awak Media Pena-serawai.com Via WhatsApp Kamis 14 Mei 2026, Pukul 15.58 Wib. Waalaikumsalam, yo benar sudah melakukan perdamaian antara ke 2 belah pihak malam itu juga mereka sudah baik kembali seperti semula antara ke2 orang tua mereka sudah sama sama berdamai dan saling mengerti keadaan anak mereka masing masing jadi persoalan mereka sudah selesai bahkan mereka membuat pejanjian di atas materai sebagai langkah supaya tidak mengulang kembali, jadi urusanya selesai.

Apa Tanggapan Kadis Dikbud? Kepala SMPN 17 Rejang Lebong, M. Sikron, S.Pd.I., menjawab Tidak sampai kadis, kami dan guru mengambil langkah supaya mendamaikan mereka yg sedang bertikai.. tolong jangan sampai ini menjadi bahan atau isu melebar kemana mana ini sifatnya sudah selesai dan kami punya bukti sebagai tindakan, terimakasih, dan tolong jangan di lanjutkan, Ujar Kepala Sekolah.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan Resmi dari Dinas Terkait, terkait mengenai dugaan insiden tersebut. (Salman)

Redaksi: Pena-serawai.com ( Jilid I )

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *