Alaku
Alaku

Motor Diduga Pengunjal BBM Terbakar di SPBU Simpang Nangka, Pengawasan Distribusi Pertalite Dipertanyakan

REJANG LEBONG, Pena-serawai.com – Suasana di SPBU Simpang Nangka, Kecamatan Selupu Rejang, mendadak heboh setelah satu unit sepeda motor Suzuki Thunder warna hitam bernomor polisi BD 4463 AE terbakar usai melakukan pengisian BBM jenis Pertalite, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 16.30 WIB.

Peristiwa yang terjadi di area pengisian bahan bakar tersebut sontak mengundang perhatian warga, pengguna SPBU, serta aparat keamanan. Selain karena lokasi kejadian yang berada di kawasan berisiko tinggi terhadap kebakaran, insiden ini juga kembali memunculkan sorotan terhadap dugaan praktik pengangkutan atau pengunjalan BBM menggunakan sepeda motor.

Motor yang terbakar diketahui milik Fr (35), warga Desa Kampung Baru. Berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, kendaraan tersebut diduga digunakan untuk mengangkut BBM dalam jumlah tertentu dan bukan semata-mata untuk kebutuhan kendaraan pribadi. Warga juga menyebut aktivitas pengisian BBM berulang menggunakan sepeda motor sejenis masih kerap ditemukan di kawasan Simpang Nangka.

Kapolsek Selupu Rejang, IPTU Azmi Aryanto, SH, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga terjadi akibat kebocoran pada bagian tangki bahan bakar.

“Berawal dari saudara Fr menggunakan sepeda motor Suzuki Thunder melakukan pengisian BBM Pertalite. Setelah selesai dan hendak keluar dari SPBU, tanpa disadari tutup tangki minyak mengalami kebocoran sehingga BBM merembes ke area busi dan menimbulkan percikan api yang menyebabkan kendaraan terbakar.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sepeda motor mengalami kerusakan akibat kebakaran yang terjadi secara tiba-tiba.

Dua pegawai SPBU Simpang Nangka, yakni Budi Utomo (18) dan Imas (30), tercatat sebagai saksi dalam peristiwa tersebut, jelas Kapolsek.

Untuk mendapatkan informasi lebih berimbang, Awak media pena-serawai.com menghubungi ” Efad ” pihak pengelola pom bensin Via WhatsApp, hingga berita ini di terbitkan belum ada respon sama sekali.

Insiden kebakaran di SPBU Simpang Nangka ini pun menjadi perhatian publik. Selain aspek keselamatan, masyarakat juga berharap adanya pengawasan yang lebih ketat terhadap distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran serta tidak menimbulkan potensi bahaya di lingkungan SPBU maupun masyarakat sekitar. (Salman)

Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page