Rejang Lebong – Pena Serawai
Pemerintah Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Penyakit Tuberkulosis (TBC) di kantor desa setempat, Rabu (10/12/2025). Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kesadaran masyarakat sekaligus menetapkan strategi bersama untuk menekan penyebaran TBC dan penyakit menular lainnya.

Acara dihadiri oleh Kepala Desa Rudi Ramadhani, Camat Selupu Rejang Meilinda, SE., Kapus Puskesmas Sambirejo Mery Tresiana. E, SST., M.Tr.Keb., Ns. Sunenti, S.Kep selaku Pj Program TB, Azuardi, SKM Pj Program Promkes, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping desa, Ketua serta anggota BPD, perangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat.
Dalam penyampaian materi, Kapus Puskesmas Sambirejo Mery Tresiana, SST., M.Tr.Keb. menjelaskan secara komprehensif mengenai TBC. Ia menegaskan bahwa TBC merupakan infeksi bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru, namun dapat mengenai organ lain.

“Tidak semua yang terinfeksi akan langsung sakit. Ada infeksi laten yang tidak menular, dan ada TB aktif yang menimbulkan gejala sekaligus berpotensi menular dengan cepat,” paparnya.
Cara Penularan TBC
1. Batuk atau bersin dari penderita TB aktif yang melepaskan bakteri ke udara.
2. Menghirup udara terkontaminasi, khususnya di ruangan tertutup dengan ventilasi kurang baik.
3. Ventilasi buruk, sehingga penting menjaga sirkulasi udara serta menerapkan etika batuk seperti menutup mulut atau memakai masker.
Jenis Pengobatan TBC
1. TB sensitif obat
2. TB resisten obat (DR-TB)
3. Terapi Pencegahan TB (TPT)

Langkah Pencegahan dan Pengendalian
1. Membuka jendela agar udara segar masuk
2. Penderita TB harus memakai masker
3. Menutup mulut saat batuk menggunakan siku atau tisu, lalu langsung mencuci tangan.
4. Keluarga pasien dianjurkan melakukan pemeriksaan dan mendapatkan TPT bila diperlukan.
Desa Kampung Baru Bentuk Koordinator Kesehatan Desa
Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa bersama seluruh peserta kegiatan menyepakati pembentukan Koordinator Kesehatan Desa. Lembaga ini akan berperan aktif dalam pendataan, pemantauan, serta pencegahan kasus TBC maupun stunting.

Struktur kepengurusan Koordinator Kesehatan Desa adalah sebagai berikut:
✓ Ketua: Ibu Novi Nuraini
✓ Sekretaris: Ibu Maya
✓ Bendahara: Ibu Meri
Anggota: seluruh kader desa, termasuk PKK, kader balita, dan kader lansia. Pembentukan struktur ini menjadi tonggak penting bagi arah pembangunan kesehatan di Desa Kampung Baru.
Dalam kesempatan tersebut, Camat Selupu Rejang Meilinda, SE. menegaskan dukungan pemerintah kecamatan terhadap gerakan pemberantasan TBC.
“Upaya ini sangat penting. Pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus bergerak bersama. Kita ingin Kampung Baru menjadi desa sehat, bebas TBC, dan mampu memberikan masa depan lebih baik bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Rudi Ramadhani menyampaikan komitmen desa untuk terus meningkatkan layanan kesehatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan kerja sama erat bersama Puskesmas Sambirejo dan seluruh kader kesehatan desa.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan menjadi langkah besar dalam memperkuat pengetahuan masyarakat sekaligus menanamkan kesadaran bahwa pencegahan penyakit dimulai dari rumah masing-masing. Dengan kolaborasi semua pihak, Desa Kampung Baru menargetkan zero TBC dan peningkatan kualitas kesehatan secara menyeluruh, tutup Rudi.
Redaksi: Pena Serawai
Lebih Dekat dengan Masyarakat














