Rejang Lebong, Pena-serawai.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Tebat Tenong Luar, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong, menggelar Rembuk Stunting dan Sertifikasi Kegiatan Tahun 2026 pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 10.30 WIB tersebut berlangsung di Aula Kantor Desa Tebat Tenong Luar sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam percepatan penurunan angka stunting sekaligus memastikan pelaksanaan pembangunan desa berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi.
Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Desa Tebat Tenong Luar Usman, Plt Camat Bermani Ulu Raya Wahyudi Ramadhan, S.STP., M.Si., Bhabinkamtibmas, Babinsa, Tenaga Ahli (TA), Pendamping Kecamatan, Pendamping Desa, Ketua dan Anggota BPD, perangkat desa, ahli gizi, bidan desa, Staf Kasi P3U Kecamatan Bermani Ulu Raya, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK beserta anggota, ibu hamil, ibu menyusui, Karang Taruna, RISMA, serta mahasiswa KKN.
Rembuk stunting ini bertujuan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan stunting sejak dini, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor untuk mendukung tumbuh kembang anak yang sehat dan berkualitas. Selain itu, kegiatan sertifikasi pembangunan menjadi bagian dari evaluasi agar seluruh pekerjaan yang telah dilaksanakan memenuhi standar mutu dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal.
Dalam sambutannya, Babinsa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga keamanan dan memperkuat kebersamaan demi mendukung seluruh program pembangunan desa.
“Mari kita bersama-sama meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan desa. Dengan situasi yang aman dan kondusif, seluruh program pembangunan maupun kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan baik dan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Camat Bermani Ulu Raya, Wahyudi Ramadhan, S.STP., M.Si., berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam mengawasi pembangunan desa agar hasilnya benar-benar memberikan manfaat bagi warga.
“Saya mengharapkan kepada seluruh peserta yang hadir maupun masyarakat Desa Tebat Tenong Luar agar bersama-sama memastikan setiap pembangunan tepat guna, mengawasi proses pelaksanaannya, serta menjaga dan memelihara hasil pembangunan setelah selesai agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Perwakilan dari Puskesmas menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia 1.000 hari pertama kehidupan sebagai langkah utama mencegah stunting.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak ibu hamil. Masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan periode emas yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak, sehingga kebutuhan gizi ibu dan balita harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tebat Tenong Luar, Usman, mengajak seluruh masyarakat untuk memulai pencegahan stunting dari lingkungan keluarga dengan menerapkan pola hidup sehat dan memberikan makanan bergizi kepada anak.
“Mari kita biasakan mengonsumsi makanan yang bergizi dan sehat untuk mencegah stunting. Semua itu kita awali dari keluarga kita sendiri. Selain itu, mari kita bersama-sama menjaga dan membimbing anak-anak kita agar terhindar dari kenakalan remaja sehingga mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak baik,” tutur Usman.
Melalui kegiatan Rembuk Stunting dan Sertifikasi Kegiatan Tahun 2026 ini, Pemdes Tebat Tenong Luar berharap sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat keamanan, serta seluruh elemen masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan desa yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting, sekaligus memastikan seluruh pembangunan desa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (Salman)
Redaksi : Pena-serawai.com – Lebih Dekat Dengan Masyarakat














